Cara Cerdas Menilai Dakwah dari Penceramah

Cara Cerdas Menilai Dakwah dari Penceramah- Dakwah merupakan suat amalan yang sangat mulia, menyeru umat untuk menempuh jalan Taqwa kepada Allah Swt. jika dilihat dari konsepnya dakwah terbagi menjadi dua, yaitu eksternal dan internal, Dakwah eksternal adalah dakwah yang diserukan kepada umat yang selain islam, mengupayakan dengan mantap tanpa paksaan. Dakwah internal adalah dakwah yang bersifat mengingatkan seruan yang ditujukan kepada umat islam, mengingtkan dan memberi dorongan agara selalu mempertahankan dan meningkatkan keimanan.

Cara Cerdas Menilai Dakwah dari Penceramah

Kejanggalan Pendakwah Agama dalam Islam

Bak kata pepatah "Lebih mudah meraih dari pada mempertahankan", untuk mempertahankan sesuatu sangat sulit dan lebih sulit dari pada saat kita meraihnya. begitulah fenomena yang terjadi pada agama islam sekarang ini. terkadang permasalahan yang dialami umat muslim adalah faktor internal. 

Dalam Dakwah yang bersifat internal kerap kali terjadi perselisihan dan bahkan jalur menuju kesesatan yang dialami oleh kaum muslim, ada banyak pendapat mengatakan sebabnya. seperti sebab dari oknum yang tidak menyukai islam dan memporak porandakan umat muslim, ada juga yang mengatakan faktor sikap fanatik umat islam itu sendiri, Allahu A'lam. namun apapun itu, umat islam akan selalu mulia jika tetap mempertahankan imannya.

Pada masa sekarang ini dakwah dapat dilakukan, baik secara langsung atau tidak langsung, ada banyak media yang mampu menarik jutaan manusia baik nasional atau taraf internasional. sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan pendakwah masa lalu. Ada beberapa kejanggalan yang dilakukan oleh pendakwah atau penceremah internal hal ini haruslah kita ketahui agar tidak terjerumus dalam kesesatan dan kekeliruan. Kejanggalan Pendakwah Agama

Menyebut Dalil  dari ayat secara tidak sempurna
Hal ini sudah dipastikan kesesatan besar menurut pandangan ulama, mengambil potongan ayat untuk medalilkan suatu hukum, padahal jika ayat itu dibaca secara lengkap maka maksudnya justru berbeda dari apa yang disampaikan pendakwah tersebut.

Menggunakan hadis yang tidak jelas
Hal ini biasa terjadi pada jamaah masyarakat awam, jika pendakwah sudah mengucapkan sesuatu dengan bahasa arab maka mereka meyakini bahwa itu adalah kebenaran haqiqi. namun terkadang hadis yang disampaikan itu hadis maudhu' atau hadis palsu. meskipun ranahnya kebaikan namun itu tidak pantas digunakan dalam ceramah karena masyarakat akan salah memahaminya dan bercampur baur antara wajib dan sunnah atau hanya nasehat ulama.

Dan ada juga terkadang penceramah menyebut hadist, hanya artinya saja, dalam kutipan ceramahnya ada ucapan
"kira-kira artinya begini" lohh hadis kok di kira-kira.? takut salah.! nah kalau takut salah berarti masih ragu, kalau ada keraguan ya jangan disampaikan.

Sumber yang tidak jelas
Perkumpulan anak muda atau orang tua yang membahas tentang agama tanpa ada ahli agama didalamnya akan cenderung terjadi kontroversi. banyak kita temukan pertemuan yang  mengatasnamakan agama namun pembahasan yang mereka ambil berlandaskan internet dunia maya. bahkan terkadang ada pendakwah berani mengatakan "Saya pernah baca di internet." padahal disaat itu ia membahas hukum agama. 

Kekeliruan Pendakwah Agama Pada Masa Sekarang


Hal ini sangat tidak relevan, karena dalam perkuliahan saja mahasiswa tidak dibenarkan mengambil sumber dari internet apalagi urusan agama, maka akan cenderung terjadi perdebatan. meskipun dalam sebuah situs menyatakan dirinya ulama atau isi ceramahnya bagus namun sebagai umat muslim yang cerdas hendaklah kita melakukan klarifikasi kebenarannya.

Gibah Sesama muslim
Kadang juga kita menyadarinya ada penceramah yang menyindir penceramah lain, atau seorang kiyai menyindir kiyai lainnya dalam ceramahnya. apakah ini dibolehkan dalam islam.? anda sudah tau jawabannya. kita sama-sama tahu menjelek-jelekkan suatu kaum adalah perbutan tercela karena belum tentu kita lebih mulia di hadapan Allah Swt.

Artikel ini bukanlah mencari kesalahan muslim, namun bersama untuk memperbaikinya, karena islam itu sudah benar dan suci, jika ada kesalahan atau sikap keji dari penganut islam, yang salah bukanlah agamanya, islam itu tetap mulia dan agama yang di ridhai Allah. sebagai manusia cenderung lupa dan sering salah, maka dari kesalahan itu selalu mengakui dan bertobat.

Demikian sedikit penjelasan tentang Cara Cerdas Menilai Dakwah dari Penceramah, semoga bermanfaat. 

*Baca Juga : Dampak Buruk Guru Gaji Tidak Cukup

0 Response to "Cara Cerdas Menilai Dakwah dari Penceramah"

Posting Komentar