Penyebab Siswa Bandel di Sekolah

Penyebab Siswa Bandel di Sekolah- Nakal, bandel, jahat adalah kata yang familiar yang ditujukan kepada anak atau siswa di sekolah yang masih menjalani masa pertumbuhan. Banyak guru di sekolah mengaku sulit menghadapi tingkah laku siswanya yang nakal, tidak mau mengikuti aturan dan lain-lain. kenapa bisa demikian.? apa penyebabnya.? bagaiman cara menyelesaikannya.? inilah yang akan menjadi pembahasan di situs zonapendidikan.com kali ini.

Penyebab Siswa Bandel di Sekolah

Penyebab Siswa Bandel di Sekolah
Penyebab Siswa Bandel di Sekolah- Di indoensia sering dilakukan pelatihan-pelatihan terhadap guru-guru dari semua tingkat pendidikan. namun hampir semua itu pelatihan yang berbau kepangkatan, manajemen dan kurikulum, sangat sedikit sekali pelatihan yang diadakan dalam ranah kejiwaan pendidik, atau unsur kependidikan. disini kita sudah bisa menilai bahwa pengajaran di negara kita ini lebih kuat ketimbangn kependidikannya

Siswa yang bandel merajalela d sekolah, antisipasi ini semua dengan pengajaran atau pendidikan. ada pendapat lain mengatakan bahwa terkait dengan tingkah laku atau perilaku negatif siswa bisa ditangani sepenuhnya oleh petugas Bimbingan Konseling atau yang biasa disebut dengan konselor, mungkin saja ini bisa berhasil jika siswa di sekolah jumlahnya 10 orang.

Kenakalan siswa di sekolah memilki sebab tentunya, kebandelan mereka itu terbawa dari luar atau memang suatu unsur dari dalam sekolah. pada potingan kali ini zonapendidikan.com merangkum beberapa hal yang menjadikan kenakalan siswa di sekolah merajalela.


Sebab-sebab siswa nakal di sekolah

Faktor keluarga
Ini sangat sudah jelas, sifat anak yang lahir dari lingkungan keluarganya, kegagalam pendidikan dari orang tua si anak, guru di sekolah juga akan mndapatkan dampaknya.

Non Konsisten
Sekolah yang tidak konsisten dari aspek peraturannya, akan membuat siswa disini akan menggila, kenapa bisa demikian.? terkadang menjalan aturan yang berlaku dan terkadang mengabaikan aturan, pihak sekolah atau guru hanya menjalan aturan sesuka hati, seperti memberi sanksi kepada siswa, jika lagi mood maka itu dilakukan jika tidak mood ya diabaikan, sifat guru yang demikian akan berakibat fatal, siswa yang baikpun aka bertingkah negatif. 
Maka sering terjadi, guru-guru terkejut mendengar atau melihat sebuah peristiwa negatif di sekolah dan itu dilakukan siswa yang tidak di sangka-sangka, terkadang mereka tidak menyadarinya. "Gak nyangka ya.." padahal dia kan anak baik,," padahal semua ini terjadi atas dasar gurunya.

Bisa dicontohkan seperti ini: ada siswa yang tidak memakai sepatu ke sekolah, kedapatan guru dan ia dihukum, esok harinya ada siswa lain tidak memakai sepatu, meski ketahuan guru tapi tidak dihukum hanya dinasehati. esok harinya ada lagi siswa yang melakukan hal yang sama tapi gurunya membiarkannya.
Ini hanya kasus kecil namun bisa berakibat fatal dan besar, selain dalam jenis aturan perkataan dan tingkah laku pun berpengaruh, jika pendidik tidak konsisten berbua dari apa yang diucapkan, pastinya siswa tidak akan menghargainya atau menghormatinya, jika sudah demikian, maka aturan hanya hiasan tulisan sekolah.

Salah Cara Mendidik
Sekarang ini kesalahan pemahaman dalam mendidik sudah merambat hampir keseluruh pelosok negri ditambah lagi dengan aturan negara yang mempersempit gerak guru dalam mendidik. 

Ada fakta yang harus diketahui oleh guru bahwa di negara ini sudah terlahir generasi guru alay bersikap kebanci-bancian bagi laki-laki dan kementelan bagi wanita. ini semua disebabkan oleh pemahaman pendidikan kasih sayang, dimana guru harus bertutur kata dengan kata-kata sayang. padahal siswa yang dihadapinya sedang bermasalah atau tidak cocok diperlakukan demikian.

Singkatnya hampir keseluruhan guru mendidik di sekolah memakai cara guru TK atau PAUD dalam mendidik siswanya. memang benar, ini sangat potensif pada siswa tingkat TK dan SD, namun pada sekolah tingkat SMP dan SMA ini sama sekali tidak cocok kecuali dilakukan bagi siswi atau perempuan.

Hampir semua pakar psikologi tidak setuju mendidik anak pada usia pebertas dengan  merode sayang-sayang yang berlebihan, dan tidak ada satupun sekolah di dunia berhasil merubah pola siswa yang bandel dengan didikan rayuan sayang-sayang, malah akibatnya fatal apalagi pada siswa tingkat SMA, cenderung siswanya berfikiran negatif jika gurunya memanggil sayang atau rayuan yang lain

Bisa disimpulkan kesalahan pendidikan ini adalah pada penerapannya, terkadang guru tidak memandang itu dan mnyamakan siswa semuanya, padahal kenyataannya beda tingkatan siswa beda pula lah cara mendidiknya. jika tetap saja dilakukan bukan penyelesaian masalah yang didapat namun kenakalan siswa akan semakin menjadi-jadi.

Fakto Ruang Lingkup Sekolah
hal ini tertuju pada guru atau kebiasaan lingkungan sekolah, jika kebanyakan guru di sekolah yang tidak bisa bersikap layaknya pendidik, wajar saja siswanya akan membandel. ini hanya pandangan menurut para peneliti psikolog.   

Empat faktor diatas, adakah di sekolah anda,.? mungkin bukan hanya ini, ada penyebab lain namun spengetahuan kami keempat inilah penyebab terbesar yang membangun kanakalan siswa di sekolah, demikian sedikit penjelasan tentang Penyebab Siswa Bandel di Sekolah semoga bermanfaat.

*Baca Juga : Langkah Sukses Menjadi Guru

0 Response to "Penyebab Siswa Bandel di Sekolah"

Posting Komentar