7 Kesalahan Dalam Mendidik Anak

7 Kesalahan Dalam Mendidik Anak-  Negara kita selalu dihebohkan dengan sistem pendidikan yang selalu meuncul ide-iede terbaru, ada puluhan ribu buku pendidikan yang dirilis sebagai acuan dalam mendidik. Dalam hal mendidik yang bertanggung jawab adalah orang tua dan guru. Dari metode pendidikan yang akan anda terapkan sebaiknya anda harus mengetahui jenis watak anak atau siswa yang anda didik.

7 Kesalahan Dalam Mendidik Anak

7 Kesalahan Dalam Mendidik Anak

Salah mendidik atau salah cara mendidik dampaknya akan dapat melahirkan kesalahan dan kekeliruan sikap pada anak, yang terjadi pada sikap anak hal ini sangat rentan pada anak usia dini. umumnya pada anak tingkat sekolah dasar. 

Pada artikel ini zonapendidikan.com merangkum beberapa kesalahan yang terjadi dari orang tua dan guru dalam mendidik anak dan siswanya. jika guru atau orang tua melakukan kesalahan ini maka sangat rentan anak nakal dan kerap melawan bahkan rusak karakternya.

1. Tidak Adil dalam Mendidik
Yang dimaksud dengan keadilan adalah perhatian merata pada setiap anak jika anda mendidik anak lebih dari pada satu. ketidak adilan dapat menimbulkan pemberontakan. biasanya istilah ini disebut dengan pilih kasih, guru hanya memperhatikan siswa yang ia sukai dan mengabaikan siswa lainnya.

2. Membandingkan Kepribadian
Mungkin hanya perkataan dengan mekasud memberi semgangat namun bagis siswa tingkat Sekolah Dasara Atau SMP ini sangat tidak cocok. membanggakan seorang siswa lain di hadapan siswa lainnya atau sebaliknya membicarakan keburukan seorang siswa dihadapan siswa lainnya. ini sangat rentan membuat siswa yang anda anggap nakal akan semakin nakal dan bahkan mau mencelakai gurunya.

 

 Kesalahan Guru dan Orang Tua Dalam Mendidik Anak 


3. Tidak Konsisten
Jika anda guru di sekolah dari segenap aturan yang anda sampaikan kepada siswa baik tertulis atau kesepakatan anda dengan siswa, haruslah dan wajib anda menjalankannya. kebanyakan guru hanya menjalankan aturan semaunya kapan lagi mood. kalau lagi tidak mood maka mengabaikan aturan tersebut


Baca Juga: Peran Guru Dalam Mendidik Siswa tingkat SMP

Dan tidak konsisten dengan janji, anda ingin menenangkan siswa atau anak dengan mengumbar janji seperti akan mengajak jalan-jalan. setiap waktu sang anak akan mengingatnya, jika guru membuat janji maka pastinya sang anak akan bercerita dengan orang tuanya. sangat baik jika anda menepati janji, namun jika tidak anda sama sekali mencoreng wajah anda sendiri.

4.Berbohong/ Menakuti
Senjata orang tua sejak dahulu dalam mendidik adalah dengan menakut-nakuti anaknya, jika anda menangis maka ia menakut-nakuti dengan adanya hantu yang akan menculiknya jika ia menangis. secara sikologis ini akan membuat kejiwaan sang anak tertekan dan terus menerus merasa takut.

Berbohong dalam mendidik sangat tidak dibenarkan meskipun maksudnya kebaikan. namun jika anda ingin mengelabuhi siswa anda sebaiknya anda membuat seknario.

5. Merajuk dan Cemberut
Jika anda guru mendidik anak SD sebaiknya jangan pernah anda lakukaan sikap merajuk atau cemberut karena itu akan merugikan anda sendiri. banyak guru beranggapan bahwa merajuk adalah jalan yang tepat untuk membuat sang anak sadar dari kesalahan yang ia lakukan. guru memegang alasan kuat ini untu menghindari kemarahan dan kekerasan dalam mendidik.

Cara merajuk tidaklah cocok, karena ini akan memberikan kesan bahwa anda seorang guru atau orang tua yang lemah dan tidak bisa dibanggakan anak atau siswa anda.

6. Tidak singkron (Talk & Doing)
Inilah salah satu yang sulit dilakukan dalam mendidik, jika anda melarang siswa anda untuk tidak melakukan sesuatu maka anda juga tidak harus melakukannya. karena jikan anda melakukannya dan siswa anda tahu maka progranm pendidikan anda itu gagal.

Perkataan dan ucapan seorang guru akan selalu diingat dan diperhatikan siswa, namun banyak kasus yang kerap terjadi di sekolah-sekolah, guru yang mengeluh karena siswanya kerap melanggar aturan. itu disebabkan dua hal, karena guru tidak konsoiten dan beda ucapan dengan perbuatan sang guru. jika anda belum yakin silahkan buat riset di sekolah anda. 

7. Penerapan pendidikan yang salah
Jika anda pernah mengikuti pelatihan-pelatihan atau membaca buku soliasasi pendidikan karekater pasti anda sudah mengenal kata, pendekatan, toleransi, guru sebagai orator, guru sebagai patner dan lain-lain, masih banyak lagi istilah-istilah dalam konsep pendidikan karakter.

Permasalahan yang kerap terjadi adalah penerapan yang keliru sehingga output dari pendidikan itu tidak mengenai sasaran, misalkan pada konsep "guru menjadi patner bagi siswa" dalam konsep ini dibagi lagi guru menjadi teman, menjadi pendengar, pemecahan kasus dan lain-lain. banyak guru yang salah pada penerapannya, seperti:
  • Curhat Pada Siswa
  • Mengeluh pada siswa
  • Cerita masalah pribadi
  • Atau bahkan menguapkan kekesalan dengan aturan sekolah
  • dan yang lebih parah lagi menyindir guru lain di hadapan siswa

Alasan yang dipegang adalah siswa sudah menjadi patner guru, pada dasarnya maksud dari pada patner itu melalui kedekatan siswa dengan gurunya, maka guru mampu menguak kepribadian dan mendapati problem dari siswa sehingga mencari pemecahan dari masalah tersebut, namun pengaplikasian lain.

7 Kesalahan Dalam Mendidik Anak


Sangat ironis ada siswa tingkat SD sepulang sekolah cerita kepada orang tuanya tentang gurunya yang selalu merasa kelelahan dan selalu mendapat teguran dari atasan karena kenakalan siswa.
Hal ini sangat cepat terjadi padahal terkadang dengan ucapan reflex yang tidak disengaja:

Ibu sangat capek,, kalian sangat sulit diatur nak,, ibu sering di tegur kepala sekolah karena tingkah laku kalian,, apa gak kasihan kalian dengan ibu..
Eitttsss, kata-kata ini akan terekam dan bisa membunuh reputasi anda sebagai guru, jika anda guru tingkat SMA mungkin kalimat  yang anda lontarkan masih bisa dicerna siswa namun jika anda guru SD dan SMP anak yang masih dalm pemebentukan karakter. hasilnya sangat buruk untuk anda.

Demikian penjelasan tentang 7 Kesalahan Dalam Mendidik Anak semoga bermanfaat.

Baca Juga: Pendidikan Karakter Tingkat Sekolah Dasar

0 Response to "7 Kesalahan Dalam Mendidik Anak"

Posting Komentar