Cobaan dan Tantangan Setelah Menikah

Cobaan dan Tantangan Setelah Menikah- Pernikahan adalah impian dan harapan setiap umat manusia. tidak ada ada manusia yang tidak ingin menikah kecuali bagi mereka yang sudah keluar dari jalur normalitas manusiawi. Pernikahan adalah sebuah nikmat dan merupakan ibadah bagi setiap agama terutama bagi agama islam yang menyerukan setiap pemuda-pemudi untuk menyegarakan pernikahan jika sudah mampu secara lahir dan bathin.

 Cobaan dan Tantangan Setelah Menikah

Cobaan dan Tantangan Setelah Menikah
Pada masa sekarang banyak kaum laki-laki atau perempuan yang masih menunda pernikahannya dengan jutaan alasan. dari sekian banyak alasan tersebut ada satu yang sangat umum diutarakan yaitu takut nanti ada masalah dan tidak mampu menghadapinya atau belum mapan secara lahiriyah. 
Perlu kita ketahui bersama bahwa tidak ada perjalanan mulus dalam pernikahan, Kebahagian dalam pernikahan bukanlah muncul begitu saja, setiap pernikahan yang bahagia itu pasti diupayakan dan diperjuangkan oleh pasangan suami istri.

Dalam hal ini zonapendidikan.com merangkum beberapa poin tentang Cobaan dan Tantangan Setelah Menikah. rangkuman dari beberapa sampel yang kami dapatkan. Artikel ini bukanlah tujuan untuk menakut-nakuti anda bahkan justru sebaliknya ini merupakan motivasi penting bagi anda untuk mempersiapkan diri sebelum menjalin hubungan pernikahan anda.

Pandangan mata tak menentu arah
Ini merupakan hal biasa yang dialami oleh para pengantin yang sudah berusia sekitar 4 bulan keatas. pandangan mata ini seolah-olah berubah. faktanya sangat menarik dan mencengangkan: Sebelum menikah kita memandang  orang lain biasa saja, namun setelah kita menjalin hubungan pernikahan pandangan kita berubah dan begitu juga perasaan, orang yang kita lihat terkesan luar biasa. 

Cobaan dan Tantangan Dalam Rumah Tangga

Bagi suami, ketika ia keluar rumah dan bertemu dengan perempuan lain terlihat sang perempuan itu cantik dan menawan, begitu juga sebaliknya bagi sitri mudah terpesona dengan laki-laki. ini merupakan tantang besar namun jika anda punya mental dan keimanan kuat maka itu tidak akan menjadi masalah, salah satu amaan sunnah bagi perempuan adalah berdandan cantik untuk suaminya agar tidak ada kejenuhan.
Hal yang diatas merupakan perangkap syaitan pastinya, namun jika punya iman yang kuat malah sebaliknya terjadi, saat sang suami dari rumah bertemu dengan beberapa perempuan lain. dia ingin cepat-cepat pulang ke rumah untuk menemui istrinya, begitulah yang dilakukan para sahabat dan para ulama terdahulu.

Jenuh dan bosan
Ini merupakan pengakuan yang sering dilontarkan orang sudah menikah, merasa jenuh dengan keadaan atau bosan bersama pasangannya dan lain-lain. untuk mengatasi problem ini hanya orang yang merasakannya yang tahu, apa penyebab jenuh tersebut dan solusinya ada pada diri sendiri.

Bosan dan jenuh itu disebabkan karena sifat pribadi, perlu kita ketahui pasangan suami istri itu pergaulannya bisa dicocokkan dalam ranah apapun. seperti suamu bisa menjadi orang tua bagi istri, istri bisa menjadi teman bagi suami dan lain. dalam islam gombal atau memuji pasangan yang sah adalah sesuatu yang diharuskan.

Seorang suami merasa bosan dan jenuh pada istrinya tergantung pada suami tersebut yang menjadikan istrinya sebagai apa.? jika anda menjadikan istri itu sebagai teman hidup  tentunya akan lebih merasakan sensai yang luar biasa, bisa mengajaknya bercanda, main catur, main ludo atau jalan-jalan untuk mengisi waktu kosong dalam mengundang keceriaan.

Deposit Anggaran
Ini adalah cobaan yang dianggap banyak orang sangat berat, banyak istri yang menyerah ketiak sang suami mengalami kemunduran dari penghasilan kerja, jika memang terjadi demikian sang istri tersebut bukanlah istri yang sejati atau mungkin mau mencintai disaat perut kenyang saja.

Se-kaya apaun manusia pastinya akan mengalami devisit anggaran dan beragam cara Allah mencoba keimanan manusia dengan motif yang berbeda, bisa saja PHK dalam pekerjaan, hilang uang simpanan atau musibah yang mengeluarkan biaya besar sehingga menguras hampir semua harta.

Nah disinilah cinta, kesetiaan, keimanan, kepedulian di uji Allah, meskipun banyak istri yang meninggalkan suaminya karena penghasilan suaminya merosot namun tidak sedikit pula istri yang masih setia menemani suaminya dalam keadaan sakit dan tidak berdaya. inilah kekuatan cinta tersebut, cinta karena Allah.

Problem Internal dan Eksternal
Yang dimaksud dengan problem internal adalah permasalahan yang timbul dari dalam diri anatar suami dan istri, seperti suami yang kerap lalai dalam pekerjaan sehingga banyak mengabaikan istrinya, atau bahkan suami yang terjerat dalam kasus kriminal. ini merupakan permasalahn internal dala rumah tangga, semua dialkukan dengan sadar dan memiliki alasan positif. 
Dari hasil surve polisi terhadap bandar atau pengedar narkoba 99% menyatakan tujuan mereka adalah untuk mencari uang untuk menghiudupi anak istri.


Cobaan dan Tantangan Dalam Rumah Tangga

Adapun faktor eksternal adalah permasalahan yang terjadi karena hasutan atau pengaruh dari luar yang dapat mengacaukan hubugan rumah tangga, seperti fitnah atau perkataan-perkataan orang lain yang menimbulkan suami atau istri berubah fikiran

Permasalahan yang kerap terjadi pada pasangan suami istri adalah ada campur tangan orang lain. tidak sepatutnya hubungan dalam keluarga itu dicampuri orang lain meskipun orang tua kandung sendiri karena ini akan menyebabkan perselisihan serius.
Logisnya adalah yang menjalani hubungan dalam rumah tangga itu adalah suami dan istri bukan orang lain, mereka lebih tahu apa yang mereka hadapi dan mereka rasakan, mesekipun katanya orang tua sudah berpengalaman namun pengalaman orang tua itu pasti tidak sama dengan anaknya. jadi problem yang dihadapi hubungan suami istri itu dapat diselesaikan hanya musyawarah berdua jika memang tidak bisa maka disertakan orang tua dan disini orang tua hanya mengatur jalannya musyawarah bukan memberi solusi atau bahkan mencampuri urusan.
Jelasnya, sebagai suami permasalahan yang anda hadapi itu bukan hanya pada hubungan istri namun pada keluarganya sanak familinya atau teman-temannya dan lain-lain. intinya ada pada diri anda, peran anda dalam menjalin hubungan bak itu sangat penting bagi keluarga istri dan begitu juga pada suami.

Beberapa poin diatas dapat disimpulkan bahwa pernikahan itu bukanlah capaian targetting kebahagiaan  "saat saya nanti menikah akan bahagia"  bukanlah begitu. namun tepatnya adalah pernikahan atau hubungan anda sebagai suami istri akan bahagai jika anda mengupayakannya untuk bahagia.

Jika anda memahami dan memaknai nikah itu adalah ibadah, anda akan lebih gampang lagi mengarungi bahtera rumah tangga, karena tidak ada hubungan pernikahan yang tidak ada masalah, bahkan Nabi Muhammad Saw juga mengalaminya ketika Aisyah di fitnah melalukan sesuatu perbuatan yang memalukan bersama seorang sahabat usai dari peritiwa perang. bagaimana Rasulullah mendiamkan Aisyah sampai sebulan lamanya atau ketika Aisyah cemburu besar karena Rasulullah memuji dan selalu beristighfar kepada Khadijah istri pertamanya untuk lebih jelas silahkan baca sejarah.

Setelah anda sudah mengetahui bagaimana adanya lika-liku dalam rumah tangga itu maka hendaklah persiapkan diri anda dengan baik dan lebih baik lagi anda membincangkannya dengan pasangan atau calon pasangan anda. Persiapkan mental dan iman yang kuat untuk membangun rumah tangga anda menjadi sakinah, mawaddah warahmah. katakan pada pasangan anda ketika anda sudah mengkhitbah "Uhibbuki Fillahi"

Demikian penjelasan tentang Cobaan dan Tantangan Setelah Menikah semoga bisa menjadi manfaat dan motivasi bagi para pembaca.

0 Response to "Cobaan dan Tantangan Setelah Menikah"

Posting Komentar