Cara Mencapai Nilai Terbaik Pada Penilaian Akreditasi Sekolah

Cara Mencapai Nilai Terbaik Pada Penilaian Akreditasi Sekolah- Dalam Pendidikan Sekolah,  Akreditasi merupakan tolak ukur kualitas sekolah tersebut, jika lulus atau mendapat nilai memuaskan maka Sekolah tersebut sudah diakui dan memiliki kualitas baik. Akreditasi merupakan penilaian yang dilakukan oleh intansi pemerintah atau pihak terkait yang berwenang untuk menguji kelayakan pendidikan pada sekolah tersebut,  Sistem Penilaian Akreditasi dilakukan dengan ranah jujur, transparan adil dan lain-lain semua itu dinotasikan dalam instrumen yang mengacuk kepada SNP ( Standar Nasional Pendidikan).

Cara Mencapai Nilai Terbaik Pada Penilaian Akreditasi Sekolah 

Kesuksesan dari akreditasi itu adalh persiapan jauh-jauh hari, dengan ini semua proses akan berjalan lancar. selain itu harus mengerti  sistem managment pendidikan sekoalah, karena percuma mempersiapkan jika tidak mengerti. ini biasanya disasarkan bagi Kepala Sekolah dan Waka Kurikulum,  Banyak ditemukan khusunya di sekolah-sekolah swasta mengadopsi tenaga pendidik bahkan kepala sekolah bukan dari sarjana pendidikan. nah  untuk mencapai target yang maksimal mereka harus lebih ekstra dalam memahami manajemen pendidikan sekolah.

Sebelum menghadapi Akreditasi banyak yang harus dipersiapkan sesuai dengan standar yang ditetapkan. berikut beberapa tips yang harus diperhatikan untuk sebelum menghadapi penilaian akeditasi sekolah.


Persiapan Sebelum menghadapi penilaian Akreditasi Sekolah 

Kepala Sekolah
Kepala sekolah yang bertanggung jawab penuh dalam kegiatan akreditasi, dimana kepala sekolah harus memiliki kapasitas dalam memanage sleuruh guru-guru dan karyawan.
Kepala Sekolah harus peka pada setiap informasi terkait pendidikan baik dari Dinas Pendidikan, Pengawas sekolah dan lain-lain. intinya Kepala Sekolah harus peka terhadap informasi. meskipun sudah mendaftrakan sekolah untuk diakreditasi namun harus ada antusias terhadap semua keadaan dan informasi dalam hal sistem pendidikan di daerah masing-masing.

Meskipun kegiatan ini ditanggung jawab penduh oleh kepsek, namun pekerjanya adalah para guru, disini kepsek harus jeli dalam memilih guru-guru yang mengurus dan mempersiapkan berkas. para guru yang dipilih harus memiliki kemampuan dalam bidang standar yang ditentukan.

Tenaga Pengajar/Guru
Para guru yang sudah dibagikan tugas dalam standar yang ditentukan kepala sekolah harus berfokus pada stiap satandarnya. memulai mempersiapkan data yang mudah dicapai dulu. 

Secara umum para guru harus melakukan persiapan matang, dimulai dari RPP, presensi kehadiran, adminstrasi, data guru, data siswa , absensi rapat, berita acara, buku nilai dan lain-lain, masih banyak lagi yang harus dipersiapkan ditangan guru pengajar, intinya semua itu harus didata dan tertata rapi dan dirangkum dalam satu file atau map serta diberi tanda perpoin agar mudah ditunjukkan pada time asesor jika diminta nantinya.
Semua guru harus memperhatikan surat-menyurat dan data-data semua itu dihimpun sesuai dengan kebutuhan standar masing-masing. jangan menegggap sepele dalam sebuah kegiatan. semua dokumen wajib dibuktikan dengan bkuti yang jelas.

Setiap ketua tim standar, memeriksa kelengkapan data dari anggota dan menginformasikan kepada sekolah jika ada permasalahan dari data. dan yang lebih penting. semua harus dimulai dari jauh-jauh hari. karena data yang dibutuhkan dalam penilaian akreditasi tidak cukup waktu jika hanya dalam 3 minggu. semua butuh proses untuk memberikan bukti yang jelas. 

Sekolah/Gedung/ Infrastruktur
Setelah persiapan dari tenaga pengajar sudah oke dan fix maka fokuslah pada aribusi sekolah, gedung-gedungnya. dalam kasus yang kerap terjadi adalah, para guru membebankan ini pada tim stndar  sarana dan prasarana. ini merupakan tindakan yang keliru. karena hal ini tidak bisa ditempung sendiri oleh beberapa guru, tanpa kerja sama antar guru ini akan sulit terwujud. karena atribut sekolah memiliki cakupan yang luas, dimulai dari pamplet sekolah, taman , perlatan kebersihan, kantor (ruan guru) samapai kepada atribut kelas. hal yang paling utama diperhatikan tim asesor adalah pamplet sekolah, Visi dan Misi, struktur Tenaga Pendidik, papan informasi, mading, atribut kelas. semua itu tertata dan dan terdata dengan rapi.

Jangan pernah mengacuhkan hal-hal kecil, pada setiap penilaian akreditasi sekolah, sering kali miris pada standar srana prasarana (sarpras). seperti pemasangan photo atau gambar presiden wakil presiden dan garuda. hal ini sering diabaikan. selain itu penataan kelas yang cenderung tidak rapi. dan terkadang sekolah tidak memilki bendera merah putih atau rusak dan sudah kusam, ini menunjukkan bahwa Nasionalisme tidak terlaksana, padahal pada standar isi penjabaran kurikulum sekolah tersebut memiliki jiwa nasionalis. berrati tidak terbukti dan human eror.

Selain itu penataan kanti dan ruang tamu juga harus diperhatikan dan lainnya, karena itu penataan sekolah tidaklah mampu ditampung hanya dengan beberapa guru.

Manajemen
Ini juga tidak kalah penting, setiap sekolah harus melakukan segala seseuatu secara tersruktur, banyak sekolah elit namun dokumentasi penting tidak jelas, seperti SK. yang amburadul tidak teratur tanggalnya. atau data-data yang tidak lengkap.

Awalnya tim asesor memeriksa kualitas pekerja yang berkecimpung dalam pengurusan pendataan seperti Admin sekolah dan pihak pustaka.  sesuai Standar Pendidikan Nasional. para admin haruslah memilki ijazah yang sesuai begitu juga dengan pustakwan diharuskan pekerja yang memegang ijzah pustaka begitu juga dengan konselor. jika ketiga ini tidak terpenuhi  maka tentu akan mengurangi poin.

Pada dasarnya setiap kegiatan sekolah baik akademik atau non akakdemik semua itu wajib terdata. tapi melihat kualitas pendidikan sekolah di negara kita ini, mungkin saja para guru tidak memperhatikan bahkan merasa malas menyanggupinya. karena menggap tidak terlalu penting. dan di saat penilaian akreditasi semua itu dibutuhkan. disinilah para guru kalang kabut dalam memenuhi data yang kurang.

Siswa dan orang tua wali
Biasanya tim asesor juga melibatkan para wali murid dan siswa. instrumen mengacu kepada kepuasan mereka terhadap pelayanan pendidikan di sekolah tersebut. oleh karena itu, sosialisasi kepada wali siswa janganlah pernah putus. sesuai Standar Pendidikan Nasional para tenaga pendidik harus memiliki jadwal pertemuan dengan wali siswa minimal 1x per semester. bahkan dianjurkan untu selalu berkomunikasi untuk menunjang pendidikan lebih baik.

Photo dan bukti nyata
Semua data atau pemeberitahuan meliputi kegiata sekolah semua harus dibuktikan oelh karena itu sebagai  persiapan seteiap sekolah harus memiliki dokumen photi yang lengkap dalan setiap kegiatan, sebagian asesor tidak menerima photo yang didalamnya tidak ditempilkan kegiatan yang dimaksud, misalkan sekolah membuat kegiatan POMG (Pertemuan Orang Tua Murid Dan Guru) kegiatan itu harus memiliki spanduk atau pamplet. sehingga photo yang dilampirkan jelas dan terbukti.

Dalam hal presatsi juga dibuktikan dengan penghargaan seperti piala dan sertifikat, inilah yang dimaksud dengan bukti nyata, jika sudah menyanggupi hal diatas, para asesor akan bungkam dan tidak banyak komentar lagi.
 
Pada intinya adalah persiapan yang matang. keberhasilan dalam pencapaian nilai terbaik dalam penilaian akreditasi merupakan prestasi yang sangat berharga, oelh karena itu kerja sama dan perhatian dalam persiapan adalah modal utama.

Demikian ualasan tentang Langkah Sukses menghadapi penilaian Akreditasi Sekolah, semoga bermanfaat. untuk para kepala sekolah agar memahami lajur akreditasi dan harus peka terhadap informasi.

Semoga bermanfaat - Cara Mencapai Nilai Terbaik Pada Penilaian Akreditasi Sekolah

0 Response to "Cara Mencapai Nilai Terbaik Pada Penilaian Akreditasi Sekolah"

Posting Komentar