Cara Agar Murid Mematuhi Peraturan di Sekolah

Cara Agar Murid Mematuhi Peraturan di Sekolah- Setiap sekolah tentunya memiliki peraturan tertentu baik Sekolah Negri ataupun Swasta. dalam membangun sebuah peraturan tentunya semua itu dibentuk berdasarkan kebutuhan dan sesuai dengan visi sekolah itu sendiri. singkatnya setiap peraturan memiliki tujuan yang khusus. sama halnya dengan agama, salah satu defenisi agama adalah peraturan didalamnya terdapat seruan dan larangan serta konsekuensi, begitu juga dengan pembentukan sebuah negara, setiap negara pasti memilki aturan yang biasa disebut di negara Indonesia adalah pasal (undang-undang red).

Cara Agar Murid Mematuhi Peraturan di Sekolah

Andika El-Fityani

Cara Agar Murid Mematuhi Peraturan di Sekolah

Nah .. sekarang kita fokus kepada sekolah. artikel ini dimuat berdasarkan hasil riset kami sebagai Mahasiswa Bidang Pendidikan Pascasarjana, hal ini beranjak dari beberapa sekolah yang berkeluh kesah kepada keadaan dimana para murid sangat sulit untuk mematuhi aturan sekolah.

Sekolah adalah tempat ana-anak yang akan dididik mulai dari tingkat PAUD-TK-SD-SMP-SMA sampai kepada perguruan tinggi. disini kita akan membahas tentang problem dari anak yang cenderung melanggar peraturan. Pelanggaran aturan yang dilakukan seorang anak, tidak terlepas dari karakter si anak tersebut, latar belakang mereka berpengaruh disini. namun, jika ditelaah semua sikap anak di sekolah ini merupakan hal yang sulit. karena begitu banyak jumlah siswa anda di sekolah.Tapi kita akan merangkumnya secara umum.  

Kenapa siswa selalu melanggar peraturan.?
Faktor penyebab siswa melanggar peraturan memiliki sandaran pertikal atau dasar tersendiri yang tidak bisa disimpulkan, jelasnya setiap daerah tentunya berbeda permasalahan yang dihadapi, namu ada dua sebab yang rentan yang membuat siswa kerap melanggar peraturan.

Sebab siswa selalu melanggar peraturan di sekolah



1. Aturan yang tidak konsisten
Ini merupakan hal yang kerap terjadi, namun banyak kalangan guru tidak mengindahkannya, sebagai guru, kita itu menjadi sorotan bagi siswa. mereka selalu memperhatikan gerak gerik kita. yang dimaksud dengan aturan yang tidak konsisten adalah aturan umum yang hanya dibebankan kepada siswa seperti. "siswa tidak diperbolehkan telat tiba di sekolah" dan ternyata gurunya sering telat datang. atau siswa tidak boleh berbicara kasar, dan ternyata para guru sering berteriak kasar dan bercanda sampai terbahak-bahak. inilah yang dimaksud dengan tidak konsisten.
 
Begitu juga dengan hukuman yang tidak konsisten, seperti : hari anda menghukum murid yang telat dan besoknya anda membiarkan tanpa hukuman atau menggerakkan aturan hanya pada saat gurunya mood. ini merupakan pemancing bagi siswa untuk semborono dari aturan yang telah dibuat.

2. Tidak kerja sama antar majelis guru
Salah satu trik sukses untuk membuat aturan itu dipatuhi para siswa adalah, kerja sama anatara sesama guru, biasanya setiap anak yang melangar aturan ditanggung jawab penuh oleh bagian kesiswaan, namun terkadang ada guru yang memebebankan penuh terhadap kesiswaan dan menaggap itu bukan tanggung jawabnya dan mengabaikannya.

Struktur jabatan guru dalam setiap sekolah itu hanya formalitas namun jika berhadapan langsung dengan siswa, semua guru itu sama dan harus menegur setiap siswa yang melanggar, jika urusan siswa hanya diurus oleh kesiswaan dan guru lainnya itu tidak peduli. maka peluan siswa untuk melanggar aturan itu terbuka lebar. kerja sama itu penting dalam pendidikan.

Kedua sebab ini adalah poin terbesar yang harus diperhatikan dalam mengakkan aturan di sekolah, namun sebagai guru harus memperhatikan acuan untuk mengarahkan siswa dalam mentaati segala aturan. dibawah ini ada beberapa opini kuat untuk mengarahkan siswa untuk mematuhi setiap aturan yang dibuat oleh sekolah.

Artikel Populer : Dampak Buruk Guru Gaji Tidak Cukup

Apa cara terbaik yang bisa ditempuh guru..? kami sajikan beberapa tips dan solusi untuk anda.

Reward and punishment
Mungkin banyak sekolah yang sudah menerapkan cara ini. trik ini memang ampuh dalam membina dan mendidik siswa. maksud dari pada
Reward and punishment adalah, hukuman yang diberikan bagi yang melanggar dan penghargaan diberikan kepad siswa yang mematuhi aturan. penghargaan yang diberikan tidak harus berbentuk benda, bisa juga dengan ucapan selamat dan terima kasih atau memilih sebagi murid teladan, hal inilah yang diterapkan dalam acuan kurikulum 2013, dimana setiap guru harus menghargai kinerja para siswa. demi membangun karakter mereka.

Menjadi contoh dan bukan hanya memberi contoh
Ini memang langkah yang sulit, menjadi seorang guru itu memang harus teladan, sesuai dengan sebutannya "Guru" = diguguh dan ditiru. membuat aturan itu setiap guru haruslah menjalankannya terlebih dahulu. meskipun ini sulit setidaknya guru itu harus cerdik dalam bertindak, jika ada kesalahan janganlah sampai terlihat oleh siswa. 

Among Baur
Setiap sekolah pasti memiliki siswa yang disiplin dan tidak disiplin, guru harus membuat strategi among baur, ini hanya sebuah istilah, jika dimaknai secara bahasa, among artinya pembinaan atau asuhan dan baur berarti campuran, guru harus mengotak atik posisi populasi kelas, siswa disekolah sangat pela terhadap pengaruh. jadi buatlah gabungan antara murid yang nakal dan murid yang teladan. namun pada trik ini haruslah dilebihkan murid yang baik dalam satu kelas agar yang lain bisa mengikutinya, karean yang sedikit relatif mengikuti yang banyak.

Jika anda menyusun kelas yang dikelompokkan hanya untuk baik dan nakal tanpa ada canpuran, bersipalah untuk sakit kepala. satu kelas anda meras nyaman menghar dan satu kelas lagi anda pusing tidak karuan.

Tersurat dan tersirat
Aturan yang dibuat haruslah bersikap resmi, terpampang di lingkungan sekolah yang bisa selalu dibaca siswa dan begitu juga mengingatkannya kepada siswa secara terus menerus.

Konsisten dan berani ambil resiko
Ini merupakan hal yang paling berat, setiap hukuman yang dibebankan kepada siswa itu pastinya memiliki tingkatan, dan itu haruslah dijalankan harus konsisten, biasnya hukuman terakhir adalah di keluarkan atau drop out dari sekolah. sebenarnya ini adalah langkah yang bagus jika dutegakkan agar bisa menjadi contoh bagi siswa lainnya dan bisa menjadi efek jera. namun terkadang ini sangatlah sulit, apalagi bagi sekolah swasta, dimana siswa itu merupakan aset, jika dikeluarkan maka akan mengurangi saleri pemasukan sekolah. 

Jika memang anda sebagai guru ingin membangun karakter siswa hendaklah konsisten dalam setiap aturan meskipun mendapati resko.

Artikel Populer :  4 Penyebab Guru Malas Mengajar di Kelas

Kutipan dari perkataan Kiai Santoso Anom Besari beliau merupakan tokoh sukses yang membangun karakter muridnya di pulau jawa Gontor Ponorogo, sampai sekarang pendidikan yang beliau dirikan berdiri kokoh dan diakui oleh dunia.

Saya hanya perlu murid yang mau dan memiliki keinginan kuat untuk belajar, saya akan terus mengajar meskipun tanpa murid, meskipun hanya dengan pena saja.

Kata-kata ini sangat dalam maknanya, tapi itulah pendidikan, kita sebagai guru hanyalah manusia biasa, setiap pemebelajaran pasti ada permasalahan, ditambah dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan menjauhkan manusia dari pudi pekerti. yang bisa kita lakukan hanyalah usaha yang gigih. semoga bermanfaat- Cara Agar Murid Mematuhi Peraturan di Sekolah

0 Response to "Cara Agar Murid Mematuhi Peraturan di Sekolah"

Posting Komentar