Hukum Sholawat setelah Sholat Jamaah

Hukum Sholawat setelah Sholat Jamaah - Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah. pastinya kita sudah mengetahui bahwa Sholawat kepad Nabi Muhammad Swa adalah amalan sunnah, melaksanakannya adalah sebuah amalan yang berpahala dan memiliki fadhilah yang sangat luar biasa. salah satu tujuan utama dan menjadi fadhilah dalam sholawat adalah raja' atau pengharapan untuk mendapat syafaat dari Nabi Muhammad yang bisa menjadi penolong bagi kita sebagai umatnya pada hari pertimbangan/hari kiamat nanti.

Sholawat setelah sholat jamaah sunnah atau bid'ah.?


Hukum Sholawat Setelah Sholat Jamaah

Himbauan kepada umat muslim untuk bersholawat sudah jelas dalilnya yang terkandung dalam ayat suci Al-Qur'an. yang sudah sering kita dengar dalam caramah ataupun khutbah jum'ah, Allah dan para malaikatnya bersholawat kapada Nabi Muhammad dan seruan kepada umat yang beriman untuk bersholawat juga kepada Nabi Muhammad.

Dalam hal ini tidak ada dijelaskan waktu dan tempat untuk bersholawat, namun sholawat kepada Nabi sudah ada dan terdapat pada bacaan sholat pada tahiyat akhir, Namun yang menjadi kontradiksi atau permasalahan yang kerap diperbincangkan adalah tentang pelaksanaan sholawat setelah sholat berjamaah.

Sholawat setelah sholat jamaah banyak dilakukan di mesjid-mesjid indonesia dari pulau jawa sampai ujung pulau sumatra, banyak syaikh-syaikh atau pendatang-pendatang dari negara arab mengatakan Sholawat setelah sholat jamaah yang mereka saksikan di indonesia adalah amalan Bid'ah.


Apakah Sholawat setelah sholat jamaah itu bid'ah.? 

Inilah yang menjadi pembahasan serius pada artikel ini. Perlu kita ketahui Sholawat kepada nabi muhammad bukan berarti doa, sholawat bukanlah doa namun sebuah sanjungan bisa dikatakan salut yang di dalamnya memiliki tujuan, dimana umat islam mengagungkan dan memuliakan Nabi Muhammad dengan tujuan untuk mendapatkan syafaat dari beliau di hari kiamat karena umat pada zaman sejak Nabi Muhammad di utus menjadi Rasul sampai kepada hari kiamat nanti adalah umat Nabi Muhammad sendiri dan bisa dikatan beliau bisa dijadikan sebagai deking atau sebuah pertolongan yang bisa beliau beri (itulah Syafaat) namun dalam hal ini bagi umat islam yang menjalankan sunnah dan mengakui Nabi Muhamaad sebagai Rasul Allah.

Sebelumnya kita harus tahu dan mengerti apa yang dimaksud dengan Bid'ah, pemahaman tentang Bid'ah banyak sekali argumentasi yang dilontarkan oleh para ulama, namun secara garis besarnya Bid'ah merupakan amalan ibadah yang tidak diajarkan atau tidak dipraktekkan oleh Rasulullah.

Bid'ah dilarang..? bid'ah yang bagaimana.? apakah semua bid'ah itu memiliki mudharat dan bagaimana jika ada nilai plusnya atau hikmah besar di dalamanya dan menuai hasil positif yang sangat baik, hal ini jelas pernah dilakukan oleh khalifah umar ibn Al-Khattab, dimana beliau menaganjurkan kepada kaum muslimin untuk melaksanakan sholat tarwaih pada bulan ramadhan secara berjamaah dan sangat jelas ini tidak pernah diajarkan oleh rasulullah. namun pada masa itu banyak umat islam yang bercengkrama di dalam mesjid sibuk dengan amalan masing-masing, dengan demikian dapat menimbulkan senda gurau dan pekerjaaan yang kurang bermanfaat di dalam mesjid, maka dari itu dianjurkanlah untuk berjamaah dalam shalat tarawih.

Kembali kepada sholawat, jika kita menelusuri pembahasan dalil-dalil atau ra'yun ulama tentang sholawat, dapat disimpulkan bahawa pelaksanaan sholat itu dimana saja dan kapan saja dan tidak waktu dan tempat ditetapkan selagi itu dalam kewajaran.

Nah.. Oleh para ulama nusantara menganjurkan untuk Sholawat setelah sholat jamaah, berdasarkan kondisi masyarakat yang disibukkan dengan aktifitas yang padat,kapan lagi mereka akan bersholwat, jangankan sholawat, zikir saja mungkin tidak sempat. disinilah asas dasar pelaksanaan Sholawat setelah sholat jamaah itu.

Sekurang-kurangnya umat muslim di nusantara bersholawat kepada nabi setelah sholat jamaah, bukan berati ini amalan yang dibuat-buat untuk tujuan mewajibkan. nilai yang terkandung didalamnya  adalah sholawat yang dilantunkan lebih meresapi makna dalam sholawat tersebut dibandingkan dilakukan secara sendiri-sendiri.
Untuk lebih jelasnya,, silahkan pahami ini bagi yang keras menyatakan bahwa Sholawat Setelah Sholat Jamaah itu tidak layak dilakukan atau larangan, perhatikan kesimpulan dibawah ini:
Berapa kali anda sholawat dalam satu hari.? kapan dan dimana saja.? bisa diprediksi 80% jawabannya minus dan bahkan tidak pernah kecuali dalam bacaan sholatnya saja. inilah tujuan ulama nusantara menaganjurkan Sholawat setelah sholat jamaah.

Jika berdasarkan dalil yang jelas memang tidak ada tentang Sholawat setelah sholat jamaah, tapi hikmah dan alasan ini sangat kuat dan disepakati banyak ulama. ini hanya perkara amalan yang sunnah, jika memang para pembaca tetap bersikokoh menyatakan bahwa Hukum Sholawat Setelah Sholat Jamaah  itu tidak boleh , semua kembali pada diri anda masing-masing, namun mari sama-sama mempelajari dan menelaah lebih dalam lagi.

Allahu A'lam.

Demikian sedikit penjelasan tentang Hukum Sholawat Setelah Sholat Jamaah  semoga bermanfaat.

0 Response to "Hukum Sholawat setelah Sholat Jamaah "

Posting Komentar