Kesulitan Kuliah Jenjang Pascasarjana di Indonesia

Kesulitan Kuliah Jenjang Pascasarjana di Indonesia- Semakin lama kuliah untuk jenjang lebih tinggi di indoensia semakin jauh dari kemungkinan, bukan berarti tidak tidak bisa mengikuti program pendidikan yang disediakan taoi karena ketidak mampuan atas pembiayaan. tidak tahu kenapa biaya kuliah setiap semakin meningkat dan lebih mengejutkan lagi baiaya ini dinaikan secara drastis bahkan hampir dua kali lipat dari biaya SPP sebelumnya.

Kesulitan Kuliah Jenjang Pascasarjana di Indonesia


Kesulitan Kuliah Jenjang Pascasarjana di Indonesia

Hal ini terjadi pada beberapa universitas-univeristas di idonesia, beberapa tahun yang lalu statusnya masih institute, dan sekarang sudah diresmikan menjadi univeristas atau sebelumnya juga universitas tapi karena mengikuti pola ikutan juga menaikkan SPP dari mahasiswa barunya.

Kenaikan ini mencapai 100%, awalnya pada tahun 20014 mahasiswa hanya dibebabkan biaya kuliah sebesar 2.500.000 persemesternya namun di tahun 2015 dinaikkan menjadi 5.000.000. beginikah sistem pendidikan di indonesia, jika pun mahasiswa ingin mengambil gelar master di luar negri melalui jalur beasiswa, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Bagaimana jika seorang mahasiswa yang tidak punya biaya atau penghasilan hidupnya pas-pasan apakah dia bisa kuliah S2.? Harus menyetor 5.000.000 setiap smester (6 bulan) berarti setiap bulannya para mahasiswa harus menabung sebanyak 800.000 lebih, dan inipun belum termasuk biaya lain seperti buku-buku, copy makalah setiap makalah hampir mencapai 70 ribuan dan biaya lainnya.

Bagaiman jika pekerja swasta yang memilki penghasilan hanya 1.000.000 setiap bulannya. ini sangat-sangat tidak mungkin, tidak mungkinlah biaya hidup cukukup dengan 200.000. namun meskipun demikian ada juga mahasiswa yang nekat, serabutan untuk memenuhi biaya kuliahnya tersebut.

Meskipun dana Spp dinaikkan apakah kualitas pendidikan meningkat.? sama sekali tidak, dan tidak sama sekali, para dosen masuk kelas sesuka hatinya. pernahkah mereka menyadari mahasiswa yang datang jauh dari luar daerah, mengeluarkan biaya transportasi dan biaya makan untuk menghadiri jam kuliyah dan ternyata dosennya tidak hadir. dan beberapa kali tidak hadir, efekny berdampak pada mahasiswa juga, pertmuan kuliah diganti ke waktu lain, seharusnya sudah masuk hari liburan mahasiswa tetap juga masuk kuliah, orang yang jauh menambah biaya lagi.

 

Kesulitan Kuliah Jenjang Pascasarjana di Indonesia 

 

Meskipun dosen itu memiliki wewenang penuh tidak sperti guru, namun wajarkah ini dilakukannya, apakah ini tidak bagian dosa atau mungkin ini sudah menjadi aturan tidak tertulis di negara indonesia.

Terkadang ada efek lainnya, pihak universitas sudah membebankan biaya besar terhadap mahasiswa dan timbullah rasa kasiha, setiap ujian atau tes atau tesis mahasiswa kerap dimaklumi jika tejadi kesalahan, karena sudah merasa kasihan sudah menekan harga tinggi.

Mungkinkah kuliah dijalankan sesuai prosedur membangun kualitas dengan SPP sewajarnya, misalkan seharga yang bisa dijangkau rakyat..? jika mungkin dimanakah kampusnya.? Apa yang terjadi pada generasi Indonesia kedepan Allahu A'lam. Kesulitan Kuliah Jenjang Pascasarjana di Indonesia

0 Response to "Kesulitan Kuliah Jenjang Pascasarjana di Indonesia"

Posting Komentar