Pengertian Hari Raya Dalam Islam

Pengertian Hari Raya Dalam Islam-  Hari Raya biasa disebut dengan istilah "lebaran". Setiap agamanya pastinya memiliki hari-hari tersebut, dikenal dengam hari-hari besar. Di Indonesia kenapa Hari Raya Islam terlihat mencuat dan mencolok dari sabang sampe meuroke, ini mungkin disebabkan islam merupakan agama mayoritas, jika kita melirik ke negara lain mungkin akan terjadi sebaliknya.

Dalam Agama Islam ada Beberapa hari besar, namun yang paling mencuat adalah: Hari Raya Idul  Fitri, Hari Raya Idul Ad'ha dan Peringatan 1 Muharram, Maulid Nabi dan Isra' Mi'raj.

Pengertian Hari Raya Dalam Islam




Dalam artikel ini saya mitra dari zonapendidikan.com menggoreskan beberapa pemahaman tentang Hari Raya Dalam Islam yaitu Idil Fitri
Jika kita merujuk kepada makna dari pada "Id" secara bahasa artinya adalah mengulang berati hal yang terjadi berkali-kali dan Fitri artinya fitrah maksudnya dalah bersih atau suci.

Idil Fitri atau Idul Fitri biasa juga dikenal dengan hari kemenagan umat islam, karena Selama sebualan penuh umat muslim berperang melawan hawa nafsu, yang ini pernah disebutkan Nabi Muhammad bahwa ada pepearangan yang lebih berat dan lebih besar dari perang badar yaitu perang melawan hawa nafsu.

Namun ada beberapa problem dalam perayaan Hari Raya idul fitri, ini terjadi di sekuruh nusantara bahkan di negara-negara belahan dunia, permasalahan ini terjadi disaat bercampurnya antara budaya dan aturan agama islam. hal yang paling mencuat adalah sitilah membeli baju baru.

Dalam Konteks perayaan Hari Raya idul fitri sebelumnya para umat muslim diwajibkan untuk membayar zakat fitrah, ini ditujukan agar pada hari raya tersebut tidak ada satu umat muslim pun yang merasakan kelaparan dan kesedihan,  begitu juga pada Hari Raya idul Ad'ha disana ada istlah 'Qurban' hasil dari pada pengurbanan ini dibagikan kepada anak yatim dan kurang mampu dan lain-lain.
Semua ini dimaksudkan adalah kebersamaan, seluruh umat muslim berhak merayakan hari raya, namun jika hari raya itu hanya diukur dengan baju bara atau barang-barang baru, sudah dapat dipastikan tidak semua orang bisa merayakannya bahkan bersedih hati bagi umat islam yang tidak memiliki kemampuan.

Maksud dari perayaan Hari Raya Idul Fitri

Dalam ptongan sebuah syair ulama fiqh, disebutkan:
ليس العيد لمن يتجمل بلباش جديد بل العيد لمن يزداد تقواه لرب العالمينو ليس العيد لمن يتمتع بطعام لزيد
Bukanlah hari raya itu bagi orang yang yang memiliki pakaian baru atau bagi orang yang menikmati makanan enak, tapi hari raya itu bagi orang yang meningkat Taqwanya kepada Allah Swt.
Dalam hal ini sering terjadi pemahaman yang keliru dan sudah menjadi kebiasaan yang melekat pada hati umat islam, dalam hari raya harus ada baju baru atau makanan enak, tapi sesungguhnya semua itu tidak dipandang oleh Allah Swt dan bahkan dapat menimbulkan dosa bagi mereka yang "ria" angkuh.

Bukan berarti setiap hari raya tidak boelh membeli baju baru dan memebuat makanan enak, tapi yang perlu kita pahami bukan itu Qimah  dari hari raya, inti dari pada hari raya adalah kebersamaan dan meningkatnya ketaqwaan kita kepada Sang Pencipta (Allah Swt).

Jika memang ada tetangga atau sanak keluarga famili yang masih hidup dalam kekurangan, sampai hatikah kita memerkan atau memperlihatkan baju baru yang kita miliki, mungkin bukan kita tapi anak-anak kita yang memerkan baju barunya dihadapan anak tetangga, Allahu Akbar,, bagaimana perasaan mereka.

Mari kita sama-sama pahami makna yang terkandung dari pada hari raya Idul Fitri atau hari besar islam lainnya, agar kita selalu mendapat rahmat dari Allah Swt.

Demikian sedikit penjelasan tentang Pengertian Hari Raya Dalam Islam, semoga bermanfaat. Artikel ini masih banyak kekurangan kami harapkan saran dan masukannya dari teman-teman pembaca.

0 Response to "Pengertian Hari Raya Dalam Islam"

Posting Komentar