Penyebab Ikhtilaf dalam Urusan Agama

Penyebab Ikhtilaf dalam Urusan Agama- Perbedaan argumentasi dalam perkara merupakan hal yang lumrah terjadi pada manusia. apapu pembahasanya apaun kontenya apalagi dalam memtuskan sebuah perkara oasti ada perbedaan, oleh karena itu dibentuklah beberapa hukum yang menjadi sarana perujuk bagi manusia agar tidak terjadi perpecahan dan pertentangan yang tidak teroragnisir, hal ini ada pada hukum agama, hukum negara, hukum adat sampai kepada peraturan sekolah dan lain-lain.

Penyebab Ikhtilaf dalam Urusan Agama

Penyebab Ikhtilaf dalam Urusan Agama

Ikhtilaf dalam urusan agama secara istilah dapat diartikan menjadi, perbedaan pendapat yang bertenatang dalam perkara agama, hai ini kerap terjadi pada agama isalam. namun perlu kita ketahui bahwa, perbedaan yang kerap terjadi bukanlah perkara yang wajib, melainkan perkara-perkara sunnah, jika kewajiban sudah sangat jelas landasan-landasan dan dalil-dalinya.

Rasullah pernaha bersabda berkaitan dengan perbeadaan pendapat, Rasulullan menyatakan bawha perbedaan pendapat pada umatanya merupakan sebuah keberkahan, jika kita melirik kepada persitiwa yang terjadi disekeliling kita, banyak orang yang berperang argumentasi dan salaing melecehkan dan menjatuhkan bahkan ada pernah terjadi pembunuhan hanya karena perdebatan jumlah rakaat sholat tarawih pada bulan ramadhan.

Bukan ini yang dimaksud rahmat oleh rasulullah, jika memang seorang muskim itu memiliki argumen yang kuat dan ingin menegakkan yang Haq (kebenaran yang Haqiqi) dan itu karena Allah dan bukan ada maskud lain maka perpecahan tidak akan pernah terjadi.

Ikhitilaf terjadi karena manusia itu berfikir, inilah salah satu dari pada rahmat, dengan berfikir maka Qimah islam itu sendiri akan semakin melebar. Karena pada dasarnya islam itu bisa dikembangkan dan cocok dalam zaman atau masa apapun.

  • Islam tidak mengikuti zaman
  • Islam tidak ketinggalan zaman
  • Tapi Islam beriringan dengan Zaman

Kenapa kerap terjadi perpecahan dan perselisihan dari urusan agama, ini adalah beberapa faktor yang dapat kami rangkum.

 

Penyebab terjadinya Perpecahan dalam urusan Agama


Faktor Internal
Dari dalam diri seorang muslim itu ada rasa fanatik dan ini bisa disimpulkan menjadi dua:

Yang pertama : Ingin ketenaran untuk dirinya, maka selalul melakukan porak poranda dan belum tentu ada kebenaran pada dirinya, dan memiliki maksud untuk menjatuhkan satu pihak.

Yang kedua: Maksud yang ingin ia sampaikan jelas kebenarannya, namun cara penyampainnya salah dan keras, sehingga orang tidak bisa menerimanya dan behkan orang merasa terhina.

Faktor Ekstrnal
Ini merupakan pengaruh dari luar yang kerap merusak pola fikir umat islam, meniupkan fitnah dan memabuat umat muslim terpecah-pecah. maka terjadilah perselisihan antar kaum. kita disini bersiteru dan mereka yang mempermainkan kita tertawa-tawa, kita tidak pernah dan terkadang tidak mau menyadari akan adanya gesekan pengaruh dari luar.

Perbedaan pendapat dalam urusan agama sudah ada sejak dahulu, Sejak awal perkembangan Islam, masih ada Rasulullah sebagai bahan rujukan dan setelahnya masih ada shabat yang bisa dipercaya dan diyakini kemampuannya dalam pemahaman agama.

Pada Masa Dinasti Abbasiyah banyak ulama bermunculan dan menghimpun pendapatnya dalam bentuk tulisan, pendapat yang mereka rangkum memiliki alasan dan dalil yang kuat dan bisa dipertanggung jawabkan namun tetap juga terjadi pebedaan pendapat. namun tidak ada perselisihan dan saling menjatuhkan, bahkan guru berbeda pendapat dengan muridnya. dan muridnya lebih tenar dari sang guru, ini tidak menjadi masalah. inilah yang dimaksud dengan rahmat, jadi umat muslim bisa memperkaya ilmu dan mengambil mana jalan yang ia yakini dan menghagai orang lain.

Yang mempermasalahkan adalah pengikutnya, kita juga termasuk didalamnya, ini salah itu salah.. padahal jika meang dalam debat apa yang bisa kita dapatkan. kecuali memang orang yang kita ajak berbedeabat itu nyata kesalahannya atau keliru dan jelas mengacu kepada kekafiran itu wajib diberantas dan dibinasakan karena merugikan umat muslim dan melaukan itupun harus ada cara dan tata pelaksanaannya sesuai syariat.

Inti dari permasalah dalam islam adalah, bercampurnya syariat islam dengan budaya. hal ini sangat berpengaruh pada munculnya ikhtilaf. hal ini bisa kita lihat, ulama antar suku di indonesia pola fikirnya bebeda. selayaknya jika memang umat islam itu memiliki keimanan dan memiliki rasa Amal Ma'ruf nahi munkar, jika memandang sesuatu yang lain dari pengetahuannya hendaklah ia mempelajarinya dahulu. bukan secara langsung menyerang dan berdeabat.

Jikapun orang yang kita hadapi menurut asumsi dia itu sesat hendaklah ia diselamatkan, bukan dengan menyerangnya. nah... sebagai pelajar yang memiliki insting dalam berfikri, mari sama-sama kita mencari kebenaran dari perselisihan perdebatan yang ada di sekeliling kita, di dalamnya ada ilmu yang bisa kita ambil. karena itu bagian dari pada rahmat. tapi jagalah hati kita agar tidak terpengaruh dalam membenci orang yang berpendapat.

Ikhilaf yang huruk sampai kapan pun akan terjadi, tidak dapat dicegah kecuali dengan kembali kepada kesadaran diri. namun ikhtilaf yang bernilai positif akan memberi pengaruh baik dalam pandangan umat. silahkan berbeda pendapat dan saling belajar. agar ilmu semakin berkembang, tanpa saling menyalahkan dan haruslah kita benahi diri ini dengan iman dan ilmu agar tidak salah dalam memahami ajaran agama.

Demikian sekilas informasi seputar pengetahuan agama, semoga bermanfaat bagi para pembaca- Pengertian Ikhtilaf dalam Urusan Agama

0 Response to "Penyebab Ikhtilaf dalam Urusan Agama"

Posting Komentar