Sikap Guru yang Kurang Baik Saat Mengajar di Kelas

Sikap Guru yang Kurang Baik Saat Mengajar di Kelas - Profesi sebagai guru bukanlah kebetulan namun sebeuh pilihan, jika menjadi guru karena keterpaksaan atau hanya menganggap sebuah pekerjaan maka generasi yang anda didik itu tidak kan mencapai hasil yang maksimal. karena guru adalah pengaruh besar terhadap perkembangan sang anak.

Guru itu bukan hanya sebagai pengajar namun juga sebagai pendidik. karena jika dibandingakan, pendidikan itu lebih utama dari pada pengajaran, konteksnya, mungkin banyak orang bisa mengajar dan dari sekian banyak itu belum tentu mereka mampu mendidik. Banyak sekali buku-buku atau artikel yang mengupas atau membahas motif pendidikan yang relevan

Sikap Kurang Baik Guru Saat Mengajar di Kelas


Sikap Kurang Baik Guru Saat Mengajar di Kelas

Beda zaman beda tipe guru, apalagi pada masa sekarang sistem pendidikan dirubah terus dan perilaku guru harus mengacu pada kurikulum yang dibentuk oleh pemerintah, beda halnya dengan masa dulu, guru bisa bertindak bebas selagi itu dalam lingkaran pendidikan dan wajar, dan tindakan guru itu didukung oleh para orang tua siswa dan masyarakat.


Pada artikel ini zonapendidikan.com mengungkap beberapa fakta tentang proses belajar mengajar di ruang kelas. semoga bisa menjadi bahan renungan dan bisa menjadi motivasi lebih baik bagi pahlawan tanpa tanda jasa. 


Beberapa sikap yang tidak boleh dilakukan guru saat mengajar

 

  • 1. Hindari Sifat Emosi
Kalau guru masa lalu, tidak apa-apa marah-marah dengan suara lantang kepada murid-muridnya, karena memang rasa hormat dan segan itu masih tertanam dalam batinnya, karena ini adalah faktor lingkungan, jika orang tua siswa menyepelekan guru anaknya di sekolah, maka sang anak pun tidak akan menghargai guuru.

Untuk itu seorang guru harus bisa meredam emosi apapun alasannya karena jika sampai terluap akan berakibat fatal dan merugikan anda. apalagi anda sampai memukulnya , meskipun anak itu salah namun itu bukanlah tindakan yang tepat, karena jika hal itu terjadi guru-guru lainnya tidak akan membela anda, yang ada anda juga nanti disalahkan.

Untuk anda guru yang suka naik pitam sebaiknya mengontrol diri. apa lagi murid anda itu tingka SMA tentunya tingkatan kenakalannya itu sudah tinggi. solusinya hanya satu. lakukan semampu anda jika tidak mampu serahkan ke yang berwajib atau yang lebih bertanggung jawab.

  • 2. Jangan Banyak Ceramah
Kalo yang ini hanya khusus bagi murid tingka SMP, SMA dan seterusnya. Namanya saja zaman sudah maju, faktanya para murid sudah muak mendengar ocehan ceramah dari guru, bayangkan saja, anda masuk jam pertama karena melihat banyak siswa yang malas dan nakal anda memberikan nasehat dengan niat agar siswa itu sadar. saat anda keluar dari kelas guru yang masuk setelah anda juga begitu.

Bukan berarti tidak baik memberikan mereka arahan namun jangan terlalu berlebihan, setiap jam pelajaran cukup 2 menit saja, susunlah kata yang singkat dan bisa di mengerti. karena jika terlalu panjang maka mereka akan jenuh dan bahkan bisa menyerang anda dengan kata-kata yang tidak enak.

"Entah apa bapak ini ngoceh aja dari tadi" ini biasanya kata yang keluar dari mulud siswa. namun pada hakikatnya ini tidaklah salah, tapi tidak semua jenis siswa bisa dibuat begitu. jika siswa dalam kelas semuanya alim. maka anda haru memperbanyak ceramah. begitu juga pada siswa tingkat Sekolah Dasar.

Sepatutnya guru pada zaman sekarang jangan terlalu banyak memberi contoh dalam ceramah, namun jadilah contoh yang baik agar selalu dihormati dan disayangi murid-muridnya. 

  • 3. Membandingkan diri
Salah satu kebiasaan guru umumnya di indonesia adalah, membandingkan dirinya dengan siswa, mungkin maksud guru itu baik agar siswanya termotivasi namun itu sama sekali tidak berguna, karena faktanya kondisi anda dulu dan siswa anda yang sekarang sangat jauh bebeda.

Anda mengajar di sekolah yang elit, bisa dikatakan sisw yang belajar di sekolah itu ekonomi keluarganya menengah ke atas, rata-rata siswa di antar orang tuanya dengan mobil mewah. saat anda mengajar di sekolah anda bercerita, dulu... waktu ibu seusia kalian ,, ibu jalan kaki pergi ke sekolah tapi ibu tetap tegar..
Jika anda mengeluarkan jenis kata ini dengan tujuan agar siswa termotivasi, sasarannya sangat tidak tepat. meskipun ada yang tersentuh namun hanya satu dua orang saja.

Selain itu, jangan pernah membandingkan satu anak dengan anak lainnya, seperti anda memnuji seseorang didepan siswa yang menurut anda kurang". ini merupakan kesalahan besar. karena sang anak akan menyimpan rasa sakit itu dalam lubuk hati mereka.

Pada masa sekarang.. coba kita ingat siapa guru kita semasa SD atau SMP yang membuat kita sakit atau kecewa. pasti ada dan akan selalu teringat.

  • 4. Mengungkit Kesalahan di depan Umum
Dalam hal ini, seorang guru tidaklah patutu membuka aib atau kesalahan muridnya didepan umum.  karena sampai kapan pun murid itu akan membenci anda.  dan meskipun dia salah sama sekali dia tidak akan berubah, bahkan menjadi lebih parah.

Jika memang ada permasalahan, selesaikanlah di ruang guru, dan berikan nasehat secara pribadi agar ia sadar, dan juga janganlah mempermalukannya di depan guru, karena mungkin tidak semua guru menganggapnya nakal. jika sang anak memiliki kedekatan dengan guru lain maka anda memiliki masalah baru.

  • 5. Mengungkap masalah pribadi
Ada banyak guru yang menceritakan masalah pribadinya kepada murid-muridnya, maksud dari masalah pribadi adalah hal yang anda alami secara pribadi atau curhat kepada siswa,  jika anda menceritakan tentang pengalaman anda dulu sekolah atau cerita yang masih dalam ruang pendidikan itu bukanlah curhat tapi motivasi.

Setiap manusia memiliki masalah pribadi, masalah rumah tangga, masalah kerja atau hal lainnya itu tidaklah patut diungkap didepan siswa, karena itu akan mempermalukan diri anda sendiri.

Mislakan anda seorang laki-laki, anda cerita tentang seorang wanita yang anda cintai. ini adalah kesalahan besar meskipun anda sudah menikah namun kesannya buruk . padahal mungkin niat anda baik bangga memiliki pasangan yang anda cintai namun ini tidak pada tempatnya. pasti anda nantinya akan ditertawakan oleh siswa, dan siswa itu bercerita ke teman-teman di kelas lainnya dan sampai kepada orang tuanya. saat kabar itu sampai ke orang tua. mereka pasti panik dan bingung.

  • 6. Mengeluh dan menyindir sesama guru
Ini adalah awal langkah sekolah akan hancur, meskipun tidak hancur pasti akan ada terjadi permasalahan besar. faktanya seorang guru yang menceritakan permasalahannya dengan guru lain di depan siswa ini akan membawa dampak buruk.

Meskipun berupa pengaduan hendaklah anda mengeluarkan kata yang profesional, seperti ada murid yang mengadu kepada anda karena dia dimarah seseorang guru. jika anda ingin suasana tenang berilah nasehat agar anak itu sadar janganlah anda menyalahkan guru itu.

Coba kita bahas secara rinci : mungkin terkadang guru yang diadukan itu memang pemaarah dan anda pun merasa jengkel terhadap guru tersebut namun janganlah anda dukung pernyataan murid, jika anda mengeluarkan kata sepadan dengan siswa maka siap-siaplah akan ada permasalahan baru, misalkan anda katakan " Ya bapak itu memang gitu, saya saja sering dimarahin emang begitu orangnya, saya juga kesal dengannya".

Jika sempat anda mengaluarkan kata demikian bisa makin parah urusan, karena siswa akan merekam kata-kata anda dan mengambil kesimpulan (oh ternyata bapak itu pun gak suka dengan bapak yang pemarah tadi.. ternyata guru-guru lain semua membencinya). 
Namanya juga anak-anak, ya wajar saja demikian pola fikirnya, namun jika kata-kata ini sampai kepada orang yang dimaksud,, bisa bertambah masalah.

Selain itu guru itu tidak patutu mengeluh didepan siswa, mengeluh dari kinerja atau masalah ataupun hal lainnya, meskipun diungkapkan dengan kata-kata namun hasilnya fatal. sperti anda mengeluarkan kata:

Bapak sangat capek ngurus kalian, inilah tiap hari bapak ditegur kepala sekolah, bapak malas kalau sudah begini.

Jika ada jenis kata yang menyerupai diatas, secara tidak langsung anda menunjukkan diri anda bahwa anda itu seorang guru yang lemah, dan menjatuhkan diri sendiri. tidak mesti anda sampaikan anda ditegur kepala sekolah. itu menandakan kerja anda tidak bagus. 

Intinya dalam mengajar adalah kedewasaan dan telaten, yang membuat permasalahan adalah salah tinggkah atau salah melangkah, karena guru itu bagaikan artis, setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya akan di rekam para siswanya.

Janganlah jadikan siswa itu sebagai musuh sebenci apapun kita dari kesalahan yang ia lakukan, mungkin saja di saat ia besar nanti menjadi dokter dan kita pasiennya yang sudah tua renta. seorang guru harus sadar bahwa dunia ini berputar. semoga pilihan anda menjadi guru membawa anda menuju syurga.. demikian tips Sikap Guru yang Kurang Baik Saat Mengajar di Kelas  semoga bermanfaat                       

0 Response to "Sikap Guru yang Kurang Baik Saat Mengajar di Kelas "

Posting Komentar