Teori Metode Lagu Dalam Pembelajaran

Teori Metode Lagu Dalam Pembelajaran- Lagu atau nyanyian merupakan hoby menyeluruh bagi semua kalangan, untuk menghafal lagu hanya membutuhkan beberapa saat saja, apalagi lagu itu memiliki irama yang sangat enak didengar dan nyaman dinyanyikan, bahkan terkadang tanpa disadari lagu itu terhafal sendiri. jika kita mengenang memory yang lalu, lagu apa yang pernah kita nyanyikan di waktu SD, faktanya pasti kita mengingatnya dan akan selalu  teringat sampai tua nanti.

Teori Metode Lagu Dalam Pembelajaran

Teori Metode Lagu Dalam Pembelajaran

Teori Metode Lagu- Ini merupakan dasar teori metode pembelajaran terbaru. dalam sebuah buku yang berjudul Quatum Learning dan Quantum teaching teori ini sudah pernah diungkap, namun hanya dalam pembelajaran tentu. namun perkembangan teori ini sangat signifikan. terori ini lebih codong kepada hafalan, bagaimana seorang guru bisa memasukkan materinya dalam sebuah lagu dan bisa dinyanyikan oleh siswa.

Sebuah buku, yang pernah ditulis oleh Puwardi M Hum yang berjudul "Dalam Dakwah Wali Songo" di dalam buku ini disebutkan bahwa metode bernyanyi sudah diterapkan oleh  seorang wali di pulau jawa, yaitu Snuan Kalijaga.  beliau menggunakan syair dalam berdakwah, syair ini disebut dengan gendingan, dan salah satu syair yang paling populer adalah Ilir-ilir. nah .. untuk menunjukkan bahwa tori ini berhasil. bisa di buktikan dari masyarakat jawa masih menghafal dan mengingat syair ini sampai sekarang secara turun temurun, padahal ini sudah berlalu sekitar beberapa puluh tahun silam.

Fakta lain menujukkan sebagai pendukung toeri ini, Dalam agama Islam membaca Al-Quran merupakan hal yang sangat dianjurkan bahkan menghafalnya adalah amalan yang mulia,  namun salah satu yang membuat membaca dan menghafal Al-Qur'an itu nyaman adalah karena tartil, dimana mambacanya menggunakan irama. sehingga enak didengar dan dirasakan, bahkan sangat terharu dan meneteskan air mata pendengarnya jika ada pembaca Al-Qur'an yang melantunkannya dengan suara merdu.

Penerapan Metode Lagu Dalam Pembelajaran

Teori ini sangat gampang dan mudah dilakukan.  namun seriring dengan berkembangnya zaman teori ini juga semakin berkembang, Metode Lagu dalam pemblejaran terbagi menjadi dua fase:

Bernyayi menggunakan Media
Dimana guru harus mempersiapkan sebuah materi yang sudah dimasukkan dalam media, contohnya lagu berbentuk video. dengan menampilkannya di depan siswa dan mengin struksikan untuk bernyanyi bersama. dan ini bisa dilakukan dengan video atau MP3. hal ini dilakukan jika guru memiliki kendala. faktanya: mungkin semua guru suka bernyanyi namun tidak semua dari mereka percaya diri untuk bernyanyi di depan siswa.

Bernyanyi tanpa media
Ini merupakan cara lama, bagi seorang guru yang memiliki kemampuan dalam tarik suara. ini sangat cocok untuk dilakukan, mempersiapkan materi untuk dinyayikan di depan siswa.

Teori Bernyanyi  dalam pemebelajaran ini memang sudah berkembang di indonesia, namun ada sebuah persepsi yang keliru. banyak orang mengira dan beranggapan bahwa teori lagu ini hanya pada siswa tingkat TK dan Sekolah Dasar saja. ini merupakan anggapan yang salah, orang berfikir bahwa metode lagu itu tidak cocok lagi digunakan pada siswa  tingkat SMP ke atas.

Dalam Sekripsi yang pernah saya tulis berjudul "تطبيق الغناء فى تعليم اللغة الربية, saya memaparkan tentang kesalahan dari anggapan ini. berdasarkan deskirpsi diatas, bahwa lagu itu disukai untuk semua kalangan, karena setiap tingkatan Usia memiliki lagu tersendiri. jelasnya, dapat kita bandingkan. lagu untuk anak-anak seperti lagu "Lihat Kebun Ku" atau"Bintang Kecil" dan lain-lain. jika kita mengajar di SMA kita buat sebuah lagu isinya meteri pembelajaran sesuai dengan irama lagu kalangan usia SMA.

Teori belajar dengan metode lagu ini cocok untuk semua tingkatan pembelajaran dari TK Samapai ke Perguruan Tinggi/Universitas.  penerapan dalam setiap tingkatan jauh berbeda.

Pembelajaran dengan Metode Lagu 

Untuk lebih jelasnya berikut cara penerapan metode lagu dalam semua tingkatan belajar

Tingkat Kanakk-Kanak (TK )
Bernyanyi dengan lagu tanpa memperhatikan bidang study, karena pada tingkatan ini, fungsi lagu itu hanyalah pengenalan, sperti Bahasa, Agama, Sikap, lingkungan Hidup. disini anak didik murni dengan metode lagu tanpa mengaitkan dengan bidang study.  

Tingkat Sekolah Dasar (SD )
Pada tingkatan ini, Lagu sudah dihubungkan dengan materi pembelajaran atau bidang studi, mislakan untuk menghafal kosa kata/ rumus/ materi. diterapkan dengan metode lagu atau bernyanyi tapi harus dimulai dari guru.

Tingkat SMP
Disini sudah mulai menjurus. karena siswa tingkat SMP secara psikologi mereka tidak suka dikatakan anak-anak. pada tingkatan ini teori bernyanyi tidak cocok untuk semua pelajaran. hany beberapa pelajaran saja. yang paling dominan adalah pelajaran Bahasa. disini siswa disuruh menterjemahkan lagu yang mereka dengar. misalkan dalam Bahsa Inggris ada lagu yang disukai mereka, sasarkan metode ini. suruh mereka bernyanyi dan menterjemahkan lagu tersebut. atau lagu dalam bahasa indonesia mereka terjemahkan dengan bahasa inggris

Tingkat SMA
Tingkatan ini tidak jauh berbeda dengan SMP. namun disini lebih kepada mengarang. misalkan dalam bidang studi Bahasa Arab. siswa bisa mengarang lagu dengan Bahasa Arab. berdasarkan Bahasa Arab yang telah mereka kuasai. mereka yang membuat dan mereka juga menyanyikan.

Tingkat Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi atau universitas lebih condong kepada riset atau meneliti, dimana mahasiswa dituntut untuk menganalisa bahasa dari sebuah Lagu. misalkan ada lagu Bahasa Inggris yang bersifat pribahasa. disini mahasiswa dituntut untuk menganalisa makana yang terkandung dalam bahasa lagu tersebut. selain itu guru harus cerdas dakam memilih lagu yang sesuai pada materi.

Jika ditelaah secara penerapan, fungsi merode lagu bukan hanya untuk hafalan , namun lagu itu juga dapat membuat suasana belajar lebih menyenangkan dan menarik perhatian siswa sehingga terwujud pemebelajaran yang menyenangkan. 

Cukup sekian artikel Teori Metode Lagu Dalam Pembelajaran Semoga Bermanfaat

2 Responses to "Teori Metode Lagu Dalam Pembelajaran"

  1. Metode yang sangat bermanfaat!
    apakah dalam teori psikologi ataupun dalam teori pembelajaran, metode ini sudah sering digunakan? siapa pemilik atau pencetus dari teori ini?
    kebetulan saya ingin menggunakan metode ini sebagai penelitian, namun belum mendapatkan teorinya yang valid.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada,,, tapi teori ini masuk ke dalam quantum teaching (sing a song), dicetus oleh : Bobbi De Potte

      Hapus