Apakah Kebahagiaan Hidup itu Harus dengan Harta

Apakah Kebahagiaan Hidup itu Harus dengan Harta -  Saya terkejut dan terkesan dari pernyataan seorang dosen Filsafat yang bertitel doktor, beliau merupakan guru besar dan akan meraih gelar profesoranya dalam beberapa bulan ke depan. Beliau kerap menuturkan mengejutkan audiens dan terkadang kata itu  bertolak belakang dengan dosen-dosen lainnya atau pengetahuan seperti yang kita kenal.

Bahagia hidup di dunia itu ya dengan harta..!!
Kebahagiaan hidup dapat kita diukur dengan harta, dengan harta atau kekayaan mendekatkan diri pada tuhan itu sangatlah mudah, hanya orang tolol disaat ia kaya  jauh dari tuhannya  dan lebih tolol lagi jauh dari tuhan saat ia miskin, makan, pulsa, baju, anda belanja ya harus pakai duit lah,, kalau tidak ada duit, anda mau ngapain..?

Apakah Kebahagiaan Hidup itu Harus dengan Harta.?

Apakah Kebahagiaan Hidup itu Harus dengan Harta


Makna hidup bahagia
Memang benar, kebahagiaan sesungguhnya ada pada ruhaniyah manusia itu sendiri dan itu hanya orang yang memiliki temperatur iman yang kuat baru bisa menyadarinya dan meraihnya. ini merupakan kebahagiaan yang dipandang secara kaca mata iman dan taqwa.


Bacaan Populer : Pengertian Makna Ikhlas dalam Beramal
 

Kebahagiaan dalam kehidupan sosial adalah perjalanan hidup yang tenang, tidak terganggu dan terusik, kebutuhan terpenuhi dan tentram untuk mencapai ketentraman ini jalan paling cepat dengan dengan harta. anda ingin makan enak , baju baru sampai anda ingin berobat ya harus dengan harta.,, tak mungkin pakai daun.

Kekayaan Jalan Mudah Masuk Syurga
Banyak orang yang kaya namun malah jauh dari tuhan, itu merupakan orang begok dan bodoh, ada juga manusia mengatakan tidak mau kaya dengan alasan takut nanti sombong atau takut jauh dari tuhan, ini adalah manusia yang munafiq dan jika tidak munafiq berarti iya sama saja begoknya seperti fir'aun dan qarun.
Dengan kekayaan kita bisa bersedekah, bisa tenang beribadah, karena semua sudah tersedia. 

Dalam sebuah hadis Shahih Nabi Muhammad Saw bersabda tentang 3 amalan yang tidak terputus jika anak adam itu meninggal, semua amalannya sudah di stop. kecuali 3 hal,, yaitu : Sedekah jariah, ilmu bermafaat dan anak sholah yang mendoakan orang tuanya.

Coba kita perhatikan, poin yang pertama adalah sedekah jariah, ini merupakan poin tertinggi, bagaimana anda bisa bersedekah jariah jika anda tidak memilki harta, itu logikanya. apa yang mau disedekahkan. memang benar senyum dan nasehat bisa dijadikan sedekah tapi sedekah jariah itu berupa benda pemberian.

Ketenangan Hidup dipengaruhi harta
Bagaimana anda bisa tenang dalam beribadah jika perut anda lapar, bagaimana mungkin anda bisa tenang tidur jikalau besok anda belum tahu harus makan apa.

Mungkinkah anda bisa tenang mengerjakan sholat, jika anda terlilit hutang, anak sakit dan harus menebus biaya pengobatannya, sewa rumah dan lain-lain, sementara anda tidak memilki uang, dimana anda bisa bahagia.
Anda ingin membelikan baju baru untuk anak atau istri, ya harus membelinya dengan uang, kalo tidak ada gimana anda bisa membelinya, paling-paling kita hanya mengadu kepada Allah, kenapa hidup begini dan terus memohon pertolongan.

Jika anak anda sakit di rumah sakit saat menebus biaya pengobatan, bisakah anda bilang ke dokter, "Rumah sakit ini milik Tuhan" ya tak bisa,, orang mau hanya menerima bayaran yaitu dengan uang.

Fakta Riset
Dalam sebuah riset kecil, ada fakta yang sangat nunik namun memperhatinkan,, orang kaya lebih kuat ibadahnya dibanding orang miskin, dalam sebuah komplek prumahan atau perkampungan yang kerap memenuhi mesjid adalah mereka yang kaya dan punya harta, kenapa bisa demikian,, ? sepulang kerja di sore hari mereka olah raga dan saat azan maghrib tiba mereka bergegas pergi ke mesjid untuk sholat berjemaah, selesai sholat mereka mendengar ceramah sesaat dan pulang ke rumah untuk makan malam bersama keluarga, setelah itu kembali lagi ke mesjid untuk melaksanakan sholat isya. sangat tenang dan nyaman.


Bacaan Populer : Langkah Sukses dalam  Membangun Bisnis
 

Dan mereka yang miskin atau hidup yang selalu tidak pas dari penghasilan, duduk di warung kopi ngobrol di pinggir-pinggir jalan terus membincangkan bagaimana cara agar sukses, sholat tidak tahu kapan, dan sebagiannya ada juga sholat namun dalam sholatnya selalu terngiang dalam kepalanya besok apa yang harus dilakukan untuk menghasilkan uang.

Saat libur, orang kaya selalu menikmati liburnya,, full untuk keluarga rasanya sangat indah, dan itu tidak bisa dinikamati orang tidak mampu atau hidup hanya penghasilan pas-pasan. di hari libur kerja pun kadang menjalaninya dengan tidur-tiduran dan marah-marahan dengan keluarga dan tetangga, ingin pergi membawa keluarga jalan-jalan namun tidak ada duit, dan efek libur bukannya fress malah nambah stres.

Apakah Kebahagiaan Hidup itu Harus dengan Harta

Orang yang penghasilan hidupnya pas-pasan, meskipun sudah terpenuhi kebutuhannya namun tetap tidak tenang, misalkan ia belanja di supermarket, selesai membeli semua belanjaan fikiran mulai kacau, "Hari ini sudah habis sekian rupiah,, kira-kira sisa uang cukup gak untuk satu bulan." sampai ke rumah pun itu juga terus kefikiran. setiap belanja penuh dengan ketakutan uang habis.

Jauh berbeda dengan orang kaya, belanja apa saja dan bahkan mengajak orang lain belanja bersamanya, selesai belanja dapat memberi sesuatu untuk anak, santai dan nyaman,,  jumpa dengan pengemis dapat dibantu dengan memberi uang, pulang ke rumah fikiran pun tenang, kebutuhan sudah terbeli, jika pun ada yang terlupa, besok-besok bisa dibeli kembali, belanja tidak pernah merasa was was, tidurpun tenang dan lelap bersyukur kepada Allah dan selalu tersenyum

Nah,, seberapa tenang hidup anda saat ini.? kalau anda masih ada was-was dalam belanja atau hidup selalu berhutang ke orang-orang berarti itu masih jauh dari yang namanya bahagia, bagaiaman anda bisa tertawa-tawa bersama keluarga anda jika hutang anda banyak dan menggkerut wajah dan fikiran, bagiamana tidak, awal bulan saja anda was-was, bagaimana di akhir bulan.

Jikapun ada semoboyan-semboyan atau kata-kata yang mengatakan : hidup sederhana atau hidup miskin labih baik dari pada hidup kaya raya dan tidak tenang, itu hanya kata untuk penyemanagat agar mereka tidak kecil hatinya.
Kebahagiaan itu bukanlah dari harta meskipun tanpa harta orang sangat sulit untuk bahagia.
Orang kaya yang sesat itu dikarenakan iman dan ketaqwaannya masih lemah, jadi sebelum anda kaya bentengi dulu diri anda dengan iman dan taqwa yang kuat.

Bagi anda yang membaca artikel ini, coba anda renungkan sedalam-dalamnya,, apa yang anda bisa lakukan di zaman ini tanpa ada uang, berapa sudah hutang anda..? berapa rupiah anda bisa bersedekah dalam sehari.? apakah sewa rumah anda sudah terbayar.? biaya listrik.? biaya hidup anda apakah tercukupi.? coba renungkan.


Bacaan Populer :  Pendidikan Karakter Tingkat Sekolah Dasar
 

Hidup kaya dan punya harta itu jauh lebih baik,, ada banyak yang anda lakukan, selanjutnya bangun iman anda sekokoh mungkin, raihlah syurga dengan harta anda, seperti para sahabat-sahabat Nabi. 

Sekarang... bangun... sadarlah,,,, bangkitkan semangat anda, rubah hidup anda, berusaha dan terus berikhitiar, jangan lagi anda berhutang, impikan anda nantinya berubah dan berkecukupan dan mampu membantu orang lain. 

Demikian sedikit penjelasan tentang Kebahagiaan dapat diukur dengan harta, silahkan direnungkan kembali.- Apakah Kebahagiaan Hidup itu Harus dengan Harta

0 Response to "Apakah Kebahagiaan Hidup itu Harus dengan Harta"

Posting Komentar