Pengalaman Mengikuti Tes CPNS

Pengalaman Mengikuti Tes CPNS- Setiap orang tua yang berada diserha-daerah tentunya sangat bangga dan bahagia jika anaknya menjadi Pegawai Negri Sipil atau biasa disebut PNS. negitu juga dengan saya, selain dukungan keluarga saya juga berkeinginan kuat untuk menjadi PNS.

Setiap orang yang ingin menjadi PNS memiliki alasan tersendiri dan berbeda namun apapun itus semuanya bermaksud untuk menjadikan hidup lebih baik dan terjamin dalam sudut pandang ekonomi, karena PNS memiliki hak-hak yang menggiurkan yang banyak diharapkan orang.

Saya adalah dari sekian banyak orang di indonesia yang bertekad  mengikuti tes CPNS, namun langkah yang saya lakukan cukup terbilang nekat dan mengorbankan banyak hal, mungkin tidak separah orang-orang yang berjuang penuh untuk kelulusan dalam tes CPNS dan sudah mengikutinya sekian kali.

Pengalaman Mengikuti Tes CPNS

Oktober 2014 adalah bulan meyibukkan jutaan sarjana muda dan sarjana tua di indonesia dimana mereka berfikir dan berusaha terus untuk mendaftar  mengikuti tes CPNS yang diselenggarakan oleh Panselnas. saya adalah seorang sarjana yang lulus dari sebuah universitas tenama di kota saya, saya lulusan sarjana pendidikan. setelah menyandang gelar sarjana sebenarnya saya sudah bekerja di instansi swasta Pastinya mejadi seorang guru karena saya memang suka mengajar dan bergelut dibidang itu selama bertahun-tahun. penghasilan yang saya raih setiap bulannya dari sekolah swasta ini minus karena belum bisa memenuhi kebutuhan saya sehari-hari dan apalagi menabung, masih jauh dari harapan.

Penyediaan lowongan yang disediakan Panselnas tidak begitu banyak membutuhkan jurusan saya, saya sudah melakukan kroscek ke seluruh kabupaten di daerah-daerah indonesia namun hanya sedikit yang mebutuhkan sesuai dengan gelar sarjana saya. ini dikalahkan dengan jumlah penyediaan instansi lain yang meyediakan untuk sarjana semua jurusan.

Di provinsi tempat saya tinggal sama sekali tidak ada peneyediaan jurusan yang tersedia bagi jurusan saya. namun saya terus memeriksa dengan penuh harapan kuat. ketikan saya membuka pada instansi Kementrian Agama saya terkesima dengan formasi jabatan Auditor Inspektorat Jenderal. kalau tidak salah waktu itu membutuhkan tenaga 60 orang. jumlah ini diperuntukkan untuk semua jurusan, melihat jumlah peneyediaan ini saya merasa ini adalah sebuah harapan, dengan keyakinan kuat saya mendaftar dan mulai berdoa.

Kemudian setelah saya mengirim berkas beralamatkan jakarta pusat, setelah beberapa hari saya mendapatkan balasan dari pos sempat juga menunggu cemas menunggu sebuah paket dokumen berisikan kartu ujian. disini saya terkejut ternyata dalam kartu itu tertulis bahwa tes yang dilaksanakan di jakarta, sebelumnya saya menduga bahwa tes yang dilakukan di daerah masing-masing. namun dugaan itu salah.

Kartu sudah ditangan, pelaksanaan tes tinggal beberapa hari lagi. saya selalu berfikir bagaimana dan apa keputusan yang tepat, ini semua dikarenakan jarak dari kota tempat saya tinggal saya ke jakarta itu sangat jauh. untuk keberangkatan pastinya saya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Pada suatu malam, tidak tahu kenapa tiba-tiba kebimbangan saya hilang drastis. ada sesuatu hal yang mendorong niat saya menjadi kekuatan dan keyakinan yang kuat untu berangkat ke jakarta mengikuti tes. sebelum tidur saya sempatkan untuk menelpon ibu saya di kampung, kebetulan saya ini adalah perantau sejak SMP, saya menyampaikan keinginan kuat untuk berangkat ke jakarta.  keesokan harinya sepulang kerja pukul 17.00 saya mampir ke Atm melihat jumlah saldo saya terkejut saldo saya bertambah, tenyata ibu saya yang mentransfernya.

Saya langsung tancap gas menuju toko penyedia tiket penerbangan, untuk penghematan saya mengambil tiket maskapai Lion Air. ini adalah tiket termurah bahkan 2x lipat lebih murah dari tiket maskapai Garuda saat itu.

Sabtu dipagi hari saya berngkat ke bandara, diantar oleh teman dekat saya. sesampai dibandara saya meminta doa dan dukungannya, dia jua menyakinkan saya untuk terus berjuang dan berharap saya lulus. sebelum matahari terbit pasawat sudah berangkat memabawa penumpang, setelah 1,5 jam pesawat berhenti di bandara Kuala Namu Medan kami melakukan transit kerena ada pergantian penumpang, tidak lama kemudian pesawat berangkat lagi dan setelah 2,5 jam pesawat teke of di bandara soekarno hatta cengkareng jakarta.

Sesampai saya disini fikiran saya kosong, bukan karena gugup namun bingung. kenapa saya senekat ini. ini bukan kali pertama saya ke jakarta dulu saat saya masih berstatus mahaiswa saya juga pernah berkunjung ke jakarta tapi saya tidak sendiri, saat itu banyak teman-teman mahasiswa bersama saya, namun saat ini saya hanya sendiri.

Saya mengambil Handphone dan menelpon teman lama saya, yang masih kuliah di Universitas Islam Negeri(UIN) Syarif hidayatullah. kami dulunya satu sekolah di salah satu pesantren besar di kota medan. dia mengangkat telepon saya terdengar suaranya seperti baru bangun dari tidur, dia memberikan arahan ke saya untuk menaiki bis menuju lebak bulus, setelah menemukan koper saya menuju lobi bandara dan menuju loket bis menunggu  bis yang disebutkan teman saya tadi. beberapa menit kemudian bis tujuan lebak bulus datang, saya langsung naik dan duduk di kursi belakang.

Pengalaman Mengikuti Tes CPNS- sepanjang perjalanan yang bisa saya lakukan adalah berdoa, sama halnya dengan yang saya lakukan di pesawat, berdoa dan terus berdoa. sesampai di terminal lebak bulus, saya langsung menuju mesjid, karena saat itu waktu waktu Jhuhur sudah tiba, saya mengambil air wudhu' dan shalat dengan nyaman. disini saya bermunjat dan memohon kepada tuhan untuk kelulusan saya dalam tes ini.

Tidak lama kemudian teman saya menjemput saya sempat terharu bertemu dengannya. karena sudah sekian tahun kami tak jumpa. saya sampai di jakarta hari sabtu. tes CPNS akan dilaksanakan mulai hari senin, kebetulan tempat tes itu tidak jauh dari kontrakan teman saya.  saya mendapatkan jadwal tes pada hari selasa pulul 14:00. selama menuggu hari tes, saya hanya bermunajat dan terus belajar, mengerjakan soal-soal CPNS yang saya dapatkan dari rekan-rekan kerja saya.

Tidak ada saya terfikir untuk jalan-jalan atau belanja, yang ada dibenak saya, saya harus lulus, saya terus membuka artikel-artkel yang berkaitan dengan tes CPNS, dengan mengunjungi situs-situs CPNS semua itu saya baca tanpa merasa bosan, setiap sholat saya berdoa. dengan penuh keyakinan disini juga saya pasang nazar, dimana saya akan melakukan sesuatu jika saya lulus tes, semua janji itu saya ucapkan dengan mantap.

Pengalaman Mengikuti Tes CPNS
Gedung Ujian CPNS KEMENAG RI
Di saat malam sebelum tes, saya menelpon ibu saya di kampung, sejak saya SMA kelas 3 saya sudah tidak punya ayah, sekarang saya hanya punya singel parent, ibu sangat mendukung usaha yang saya lakukan, saya meminta doa restu kepada ibu, ibu saya berpesan agar saya sholat malam (tahajjud) memohon doa untuk kelulusan dalam tes. malam itu saya sulit untuk tidur, setelah tahajjud saya ridak bisa tidur, saya juga sempat mengerjakan soal-soal CPNS dalam bentuk aplikasi. sampai menjelang subuh tiba. setelah mandi dan sarapan saya juga terus mengerjakan soal-soal dan membaca artikel terkait CPNS.

Pengalaman Sedih Mengikuti Tes CPNS


Pukul 13:30 saya sudah tiba digedung tempat ujian dilaksanakan, saya terkejut melihat begitu banyak peserta CPNS yang akan mengikuti tes, para peserta diharuskan melakukan registrasi ulang, semua peralatan yang kami bawa harus dititipkan di lobi gedung, sebelum registrasi saya sempat mengirim sms kepada keluarga dan saudara untuk meminta doa agar saya mampu menyelesaikan ujian dan lulus.
Tepat pukul 14:00 kami semua sudah memasuki ruang ujian, setiap peserta disediakan sebuah komputer. setelah memberikan arahan tentang cara menjawab soal, waktu ujian pun dimulai. disini saya terkejut dan panik, karena soal yang muncul tidak pernah saya duga dan jauh dari perkiraan saya. saya mencoba menjawab soal nomer lain yang saya anggap mudah, setiap butiran soal yang saya jawab tidak lupa saya ucapkan Bismillah, saya terus berdoa. padahal  ruangan ber AC namun suasana ujian terasa panas.

Saat ujian mulai berakhir kepanikan saya semakin kuat, saya mencoba menjawab soal yang tertinggal dan waktu ujianpun berakhir,ketika saya memilih tombol selesai munculah hasil ujiannya, skor yang saya dapatkan jauh dari terget,hasi nilai saya dibawah standart. awalnya saya tidak percaya, saya berusaha meyakinkan diri namun saya tetap mengharap pengumuman lis nilai yang akan ditempelkan di lobi gedung, setelah beberapa menit lis nilai sudah tertempel, para peserta berbondong-bondong menghampiri hasil rekapitulasi nilai ujian ketika saya melihat nomer ujian saya, disini baru terlihat jelas, bahwa saya tidak lulus. dan kekecewaan besar menimpa diri saya.

Pengalaman Mengikuti Tes CPNS- Disini saya frustasi besar dan tidak bisa mengontrol diri serta stres di kota besar jakarta, usaha yang saya lakukan pengorbanan yang saya modalkan semua itu sia-sia. beberapa hari saya tinggal di jakarta mencoba menghilangkan rasa stres, sampai merasa sudah waktunya saya pulang karena keuangan saya mulai menipis. salama di perjalanan hati saya pilu dan perih dengan membawa kesedihan kekecewaan yang sangat mendalam.
uang yang saya kumpulkan bertahun-tahun dan ditambahkan bantuan dari orang tua, lenyap di CPNS sini
ini merupakan pengalaman saya, mungkin ada yang lebih parah dari saya namun meski demikian saya tidak kapok jika ada lowongan CPNS saya pasti akan mendaftar, tidak tahu kenapa tapi itulah harapan saya, dan saya rasa orang lain juga begitu.

1 Response to "Pengalaman Mengikuti Tes CPNS"

  1. mantapp..semangat friends...saya juga pernah diposis seperti anda...saya ikut tes cpns kedinasan sejak lulus SMA sebanyak 5 kali.. lulus kuliah tes cpns 2013
    gagal...tahun 2014 alhamdulillah berhasil
    ..2 bulan saia ga nonton tv...tidak main media sosial..
    fokus belajar TIU..TWK..dan TKP ini instagram saya :budiwijaya25 tetap semangattt

    BalasHapus