4 Alasan Kenapa Poligami ditolak di Indonesia

Alasan Kenapa Poligami ditolak di Indonesia -  Jika orang fanatik dipertemukan dengan orang awam dalam sengketa apapun tak kan pernah berujung kepada penyelesaian, apalagi dalam hal urusan agama, salah satu hal paling sering mencuat adalah perihal poligami, banyaknya wanita-wanita muslimah yang sudah faham agama tidak menerima dimadu (poligami), mereka langsung difonis menentang hukum Allah atau melawan syariat.


4 Alasan Kenapa Poligami ditolak di Indonesia

4 Alasan Kenapa Poligami ditolak di Indonesia

Poligami bukanlah hal yang mudah dilakukan bagi kedua pihak, poligami sangat menyangkut dengan budaya dan adat istiadat karena ini berpengaruh terhadap keturunan, di indonesia wanita yang tidak terima jika suaminya berpoligami bukanlah semata ia menentang syariah, namun tentunya memiliki alasan tersendiri dan dapat diterima secara akal.




Dalam hal ini kami merangkum 4 Alasan Kenapa Poligami ditolak di Indonesia, mungkin bisa kita jadikan sebagai sandaran dan pembelajaran.

1. Faktor Keluarga
Di indonesia, tradisi dan hukum adat sangat kuat, pernikahan yang dilaksanakan masyarakat memiliki ciri khas tersendiri pada setiap suku, Menikah juga bukan suatu hal sembarang dilakukan, membutuhkan perencanaan yang matang. menikah dua atau sampai berkali-kali akan merepotkan keluarga.

Meskipun ada kesepakatan antar pasangan untuk melakukan poligami, suami, istri dan calon istri kedua istri sepakat, namun pihak keluarga ketiga orang ini tidak mungkin setuju. jika mereka tetap melakukan memang benar tidak berdosa bahkan berpahala jika mereka mampu, namun tekanan dari pihak keluarga akan membuat tidak nyaman, mudharatnya lebih besar. ini adalah alasan kenapa poligami yang ditolak keluarga.

2. Faktor Kemampuan
Syarat poligami adalah adil, banyak laki-laki muslim yang berkeinginan kuat untuk berpoligami dengan alasan utama mengikuti sunnah Rasul, namun bagi dirinya untuk satu istri saja dia belum mampu berlaku adil. bagaimana jika ia punya istri lebih.

Adil dalam poligami bukanlah hal yang muda, keterbukaan, toleransi sangat diperlukan, karena tidak selamanya sang suami sanggup memberi dengan jumlah sama pada istrinya. disaat itu dia harus terbuka untuk menjaga hubungan istri-istrinya. ini merupakan alasan poligami yang ditolak yang dikhawatirkan para ulama

3. Faktor Salah Niat
Memang benar, di zaman sekarang orang yang mampu berpoligami adalah mereka yang punya harta kekayaan, disaat orang sudah sampai pada tahap ini, mereka akan berfikir untuk berpoligami, tanpa mempelajari aturan-aturan secara syar'i mereka tetap melakukannya, ini merupakan alasan poligami diberatkan oleh pihak pemerintah.

4. Faktor Budaya, adat dan Sosial
Pada masa kerajaan nusantara, laki-laki yang punya istri lebih dari satu adalah raja atau pejabat kerajaan, karena tentunya mereka dikira mampu berlaku adil, dilihat dari kedamaian antar istri-istrinya, padahal itu belum tentu, bisa saja istri tidak memberontak karena takut.

Di negara yang sangat kuat memegang adat dan budaya memang sangat sulit untuk menuangkan syariat agama islam, salah satu dampak yang mencuat di indonesia adalah berbaurnya hukum adat dan syariat agama. dalam hal poligami budaya kita masih memandang tabu, diangggap perusak hubungan saudara, nafsu badak, rakus dan tamak terhadap wanita dan lain-lain, makanya tidak jarang seorang ulama atau ustaz yang dulunya disegani dihormati, disaat dia berpoligami maka rasa resepect masyarakat menurun bahkan memebenci.




Pada hakikatnya poligami itu tidak ditolak namun masyarakat belum siap menerima itu, beda halnya di negara arab. syariat poligami sudah sudah singkron dengan budaya mereka. jadi alasan yang menyatakan indonesia menetang syariat itu adalah presepsi yang salah.

Demikian sedikit penjelasan seputar 4 Alasan Kenapa Poligami ditolak di Indonesia semoga bermanfaat.

0 Response to "4 Alasan Kenapa Poligami ditolak di Indonesia"

Posting Komentar