Cara Mendidik Anak untuk Sholat

Cara Mendidik Anak untuk Sholat - Sholat adalah ibadah wajib tidak ada tawar menawar, bagaimanapun kondisi seseotrang itu selagi nafasnya masih ada maka sholat masih diwajibkan baginya, kecuali nanti bagi perempuan yang mengalami masa menstruasi, Sholat harus dipelajari dari usia dini serta harus dibiasakan, jika dalam lingkungan seorang anak terbiasa dengan orang-orang yang tidak mengerjakan sholat maka tidak heran nantinya jika ia sudah dewasa tidak mengerjakan ibadah sholat.

Cara Mendidik Anak untuk Sholat

Cara Mendidik Anak untuk Sholat

Sebagaian besar banyak orang tua bingung, bagaimana sebenarnya cara mendidik anak agar mau mengerjakan sholat, dengan  segala upaya sudah dilakukan namun anak tetap saja membandel tidak mau, tentunya setiap orang tua berbeda menerapkan cara mereka, namun ada baiknya anda mencoba tips yang kami rangkum disini.


Berikan Contoh dan ajak berpartisipasi
Orang tua yang jarang sholat dan bahkan tidak mau mengerjakan sholat sudah dapat dipastikan anaknya juga demikian, bagaiaman seorang ayah menyuruh anaknya untuk sholat berangkat ke mesjid sementara ia asik menonton TV.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah contoh baik, dimana orang tua harus berperan aktif dalam sholat jamaah dan menguikut sertakan anaknya setiap mengerjakan ibadah sholat, sebenarnya hal ini sudah dilakukan sejak usia anak 2 tahun.

Ceritakan kisah tentang hikmah shalat
Ini bisa anda lakukan sebagai orang tua saat andak anda berusia 3-4 tahun ceritakan kisah-kisah seputar hikmah dan fadhilah shalat itu sehingga anak anda tertarik, namun anda jangan mengancam meskipun dalam ayat Al-Qur'an dan hadist yang berbicara tentang ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat, ini tidak perlu anda sampaikan.

Kenakan Pakaian Sopan dan Menutup Aurat
Anak usia 5 tahun perlu anda berikan penekanan perihal pakaiannya terutama bagi anak perempuan, bagi anak laki-laki jangang biasakan anak anda memakai celana pendek, dari pakaian ini anda akan lebih leluasa mengajak anak anda untuk melaksanakan shalat.

Sering terjadi kasus perlawanan dari anak, ketika orang tuanya menyruh untuk sholat namun sang anak malah mengatakan orang tuanya tida sopan "sholat tapi aurat dipamerin" adakalanya seorang ibu rumah tangga seusai shalat melepas mukenanya, ia berpenampilan sexy, dadanya kelihatan betisnya nampak, meskipun di rumah disaksikan anak dan keluarga, ini sama sekali tidak baik. 

Sampaikan perihal Tanggung jawab
Ketika anak anda berusia 5-8 Tahun seringlah menyampaikan bahwa sholat itu merupakan tanggung jawab penuh, berikan semangat pada anak anda, jika ingin juara maka shalat jangan tertinggal.

Selain itu anda juga bisa memberikan reword kepada anak anda jika ia sudah lama melakukan ibadah shalat, seringlah sampaikan bahasa bahwa sholat itu mengandung banyak manfaat, saat ia malas, katakan "kok malas gitu, kan dah shalat tadi" jadi disini akan tertanam dalam dirinya bahwa sholat itu dapat mencover setiap kebaikan.

Berikan tindakan peringatan
Disaat usia anak anda sudah mencapai 9-10 tahun maka anda harus melakukan tindakan peringatan, berdasarkan hadist diperbolehkan memukul namun tidak ada niat menyakiti.

Sebanarnya jika anda sudah melakukan tahapan yang diatas, kemungkinan besar saat usia anak anda 10 tahun dia akan terbiasa, namun jika di usia ini anak anda tidak patuh dan membangkang tidak mau mengerjakan sholat maka anda harus memberikan peringatan, seperti anda mengurangi biaya jajannya, tidak membelikan hadiah untuknya dan lain-lain.

Anda boleh memukulnya saat sudah keterlaluan seperti menentang untuk tidak mau maka anda boleh memukul anak anda namun tidak ada unsur kebencian, pemukulan inipun tidak dilakukan dengan benda, anda bisa memukul punggungnya saja.

Sebagai orang tua anda harus terus berupaya untuk mendidik anak anda mentaati aturan islam khususnya mengerjakan shalat, ini adalah hutang anda, jika orang tua membiarkan anaknya tidak beribadah maka dosa dan resiko akan ditanggung orang tua nantinya, namun jika sudah dilakukan upaya semaksimal mungkin tetapi sang anak tidak mau mematuhinya itu lain cerita (hutang orang tua sudah terlunaskan).


Ada juga pendapat lain mengatakan bahwa dengan memsukkan anak di pesantren atau menyerahkan/menitipkan anak pada guru si anak anakn menjadi sholeh, ini belum tentu berhasil, namun perlu kita ketahui bahwa  orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya.

Demikianlah sedikit pembahasan seputar Cara Mendidik Anak untuk Sholat, semoga bermanfaat.

0 Response to "Cara Mendidik Anak untuk Sholat"

Posting Komentar