Dimanakah Zakat Fitrah Seharusnya ditunaikan

Dimanakah Zakat Fitrah Seharusnya ditunaikan - Pembahasan menarik dan kerap menimbulkan perseteruan antar tokoh agama, dimankah zakat fitrah seharusnya ditunaikan.? di tempat kerja atau di kampung halaman.? ini kerap kali menjadi pertanyaan pagi para perantau atau pekerja yang berada di luar daerah kampung halaman.

Dimanakah Zakat Fitrah Seharusnya ditunaikan


Dimanakah Zakat Fitrah Seharusnya ditunaikan

Sejatinya para perantau yang bekerja pada suatu daerah mereka enggan membayar zakat fitrah di tempat mereka bekerja lebih merasa nyaman dan lebih khidmat jika zakat fitrah itu ditunaikan di kampung halaman, meskipun mereka tidak pulang kampung di bulan ramadhan namun tetap saja zakat fitrahnya direalisasikan di kampung halamanya.


Baca Juga : 4 Alasan Kenapa Poligami ditolak di Indonesia

Pembahasan Zakat fitrah ini, dimana harus ditunaikan sebenarnya tidak baik diperdebatkan, toh zakat fitrah yang diwajibkan itu tidaklah berjumlah banyak, namun ada juga beberapa oknum fanatisme yang kerap memunculkan argumen ke permukaan sehingga memancing emosional para tokoh-tokoh agama.


Dimanakah Zakat Fitrah Seharusnya ditunaikan

Mengenai dalil sudah sangat jelas seputar kewajiban jakat fitrah, mengenai lokasi dimana seharusnya zakat fitrah ditunaikan mari kita merujuk pada pendapat ulama yang kami rangkum dengan fase pendapat agar mudah dipahami.

Fase Pertama dari ulama Sayafiiah, Menunaikan zakat fitrah disunahkan di daerah tempat tinggal (daerah asal) namun syaratnya ia berada disana ketika hari raya, inilah pendapat yang sangat kuat dan dipegang khususnya masyarakat sumatra.

Perlu kita ketahui bersama, nusantara ini sangat memegang erat hukum adat istiadat, budaya dan menghormati sesepuh/leluhur, sehingga tidak heran jika syariat agama berbaur dengan hukum adat. (ijtihad tokoh sangat mudah keluar dan diyakini masyarakat).

Seperti membayar zakat fitrah dikampung halaman, tokoh agama berijtihad mengharuskan dengan sandaran:
  • Perantau harus pulang ke kampung halaman Bertemu keluarganya
  • Membantu masyarakat kampung
  • Menumbuhkan kecintaan dan kepedulian perantau terhadap kampung halaman
  • Dll
Semua alasan ini baik dan masuk akal, namun hal ini sudah bercampur aduk dengan budaya dan pola fikir sosial. 

Fase kedua :  Tidak dilarang dan diperbolehkan  menunaikan zakat fitrah di luar daerah atau luar tempat tinggal (berdomisili).

Kitab Al-Mudawwanah 2:367: seorang bernama syahnun mengajukan pertanyaan kepada murid imam malik bernama "Ibnu Qasim" wahai Ibnu qasim apa pendapat guru anda tentang orang afrika yang berada di mesir dan mereka tinggal disana, pada bulan puasa dimanakah zakat fitrah mereka dibayarkan.? ibnu Qasim menjawab : Guruku (imam malik) megatakan tunaikanlah zakat fitrah ditempat ia berada dan jika keluarganya berada di Afrika mereka membayar zakat untuknya hukumnya sah dan boleh dilakukan.


Pendapat lain menyakatakan:
Kitab
Majmu Fatawa Ibni Utsaimin : Dari Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, beliau ditanya tentang tempat yang disyariatkan untuk pembayaran atau penunaikan zakat fitrah. Beliau menjawab, Selayaknya, harus ada pamahaman kaidah bahwasanya zakat fitri atau zakat fitrah itu mengikuti badan. yang dimaksud dengan mengikut badan adalah badan orang yang dizakati. Adapun zakat harta itu kaidahnya mengikuti lokasi harta tersebut berada. orang yang berada di Mekkah menunaikan zakat fitrahnya di Mekkah, sedangkan untuk keluarganya yang berada atau tinggal di luar daerah Mekkah maka zakat fitrinya selayaknya ditunaikan di tempat mereka masing-masing.



Kesimpulan:
Disini kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa tidak ada penetapan tempat wajib untuk zakat fitrah. semua kembali pada kenyamanan dan keyakinan diri masing-masing, namun mayoritas ulama menyarankan untuk menunaikan zakat fitrah di tempat berada, meskipun ia terpisah dari keluarganya maka ia sebaiknya penunaian zakat fitrahnya pada domisili masing-masing.

Bagaimana Jika ada aturan pemimpin.?

Jika anda seorang pegawai dalam salah satu perusahaan atau instansi namun management dalam perusahaan tersebut mewajibkan, menyarankan seluruh pegawainya untuk membayar zakat fitrah pada satu tempat, maka disini posisi anda sebagai pegawai wajib mengikutinya, karena anda mendapat hasil dari kinerja anda.

Berbeda halnya anda berada satu komunitas, meskipun komunitas itu besar ada pemimpin dan jabatan lainnya, namun anda tidak mendapar hasil dari kinerja anda, maka perintah untuk membayar zakat fitrah yang di sarankan tidak wajib diikuti.


Baca Juga : 5 Alasan Kenapa Wanita Mendapat Kekerasan dari Laki-Laki
 

Dalam sebuah instansi atau perusahaan tentunya memiliki tujuan tersendiri yang sudah diprogramkan untuk memajukan dan mempertahankan keutuhan perusahaan, jika anda membelot tidak mau menunaikan zakat fitrah sesuai yang diwajibkan pimpinan perusahaan tempat anda bekerja seharusnya anda melakukan permohonan, jika ditolak maka anda harus keluar dari pekerjaan anda, karena ketidak patuhan akan menumbuhkan kesenjangan dalam kerja, apalagi pekerjaan anda menyangkut dengan urusan agama seperti guru, pendidik atau pegawai di kantor-kantor keagamaan, terlebih lagi anda sudah menjalin kesepakatan kontrak siap mentaati aturan management.

Anda boleh membantah jika anda mengetahui bahwa ada penyelewengan atau pelanggaran syariat terhadap penyaluran atau pengurusan zakat fitrah tersebut, namun jika ditemukan hal kebaikan yang diatur dan ditetapkan oleh pimpinan anda maka anda wajib mengikutinya.


Baca Juga : Solusi Melunasi Hutang dengan Cepat


Allah hanya meminta sedikit untuk zakat fitrah, jikapun ada seorang muslim yang mempermasalahkannya maka sungguh kikir orang itu. Demikianlah sedikit penjelasan seputar Dimanakah Zakat Fitrah Seharusnya ditunaikan, Mungkin saja ada kekurangan dari artikel ini, penulis berharap masukan dan kritikan untuk membangun dari pembaca semoga bermanfaat bagi ummat.

0 Response to "Dimanakah Zakat Fitrah Seharusnya ditunaikan"

Posting Komentar