Guru JSIT tidak boleh Miskin Ilmu



zonapendidikan.com - Dalam buku panduan kurikulum SIT ada beberapa syarat utama yang ditetapkan untuk pengajar dan pendidik di setiap  instansi sekolah dibawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengimbangi program dan modul kurikulum JSIT itu sendiri. 

Dari beberapa butir syarat permanen yang ditetapkan Standart Mutu JSIT Nasional dan ini harus dimiliki seorang pengajar dan pendidik disetiap Sekolah Islam Terpadu, seperti Fashih Membaca Al-Qur'an, Hafal Al-Qur'an minimal 2 juz, memiliki dedikasi dalam mendidik dan lain-lain, namun selain itu ada hal yang tidak kalah penting dan harus diperhatikan dan dicermati bagi setiap guru yaitu perkembangan pengetahuan dan wawasan yang upgrade.

Guru JSIT tidak boleh Miskin Ilmu 

Guru JSIT tidak boleh Miskin Ilmu

Pendidik atau pengajar JSIT harus tetap belajar untuk meningkatkan wawasannya, menurut pengakuan Ustad Mukhlisi Lahuddin. "Guru SIT tidak boleh miskin ilmu, jika seorang guru monoton tidak berkembang maka akan terasa lebih sulit dalam mengayomi siswa di sekolah.

Ustad Muklis juga menambahkan, Guru itu harus banyak tahu, cerdas dan kritis, dituntut untuk mampu dalam segala, menampun segala aspirasi peserta didik, oleh karena itu setiap guru sepatutnya belajar dan menguprade ilmu dan wawasannya untuk mengimbangi pola fikir peserta didik, anak pada zaman sekarang ini mengetahui banyak hal, dengan pesatnya teknologi anak pada tingkat kelas 1 SD sudah mengerti sosial dan peristiwa di luar daerah, nah jika guru gapteg, tidak peka lingkungan, tidak suka membaca maka para muridnya akan terus mencemoohkan guru, selain itu tentunya metode yang ia terapkan monoton dan tidak variatif,  jika seorang guru tidak menempatkan dirinya di hati murid maka proses pembentukan karakter akan semakin jauh dari keberhasilan,  tutur Ustad Muklis dengan tegas.

Guru JSIT tidak boleh Miskin Ilmu

Ustad Muklis merupakan guru AL-Qur'an yang bekerja di salah satu Sekolah IT di Propvinsi Aceh, setelah mengikuti Pelatihan resmi JSIT Nasional, Ustad Muklis semakin yakin bahwa pembangunan karakter bisa diwujudkan tergantung bagaimana guru berperan di sekolah, baginya mengajar dan mendidik bukanlah pekerjaan namun pengabdian yang dicurahkan sepenuh hati.
  
Banyak guru yang enggan untuk belajar dan hanya menyampaikan ilmu yang ia miliki dari tahun ke tahun tanpa perubahan, tidak ada perkembangan wawasan, hal ini akan berdamppak negatif karena guru yang tidak mampu mengimbangi pola fikir peserta didik akan cenderung gagal dalam mengajar dan mendidik.

Para fakar pendidikan (De Porter, Bobby, Mark Reardon) juga menyebutkan bahwa, guru tidak harus lebih pintar dari murid namun guru diwajibkan lebih tahu dari pada muridnya, guru seharusnya membaca, punya startegi mengajar yang baik peka terhadap lingkungan, perkembangan zaman dan peristiwa sekitar, guru dituntut untuk serba bisa, jika guru berhenti belajar maka anda gagal menjadi seorang guru.

Source : Guru Pelatihan SIT Aceh 2016


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Guru JSIT tidak boleh Miskin Ilmu"

Posting Komentar