Hukum Berjualan Makanan di Bulan Puasa

Hukum Berjualan Makanan di Bulan Puasa - Bulan Ramadhan dikenal dengan Syahru Shiam artinya bulan puasa, dalam satu bulan seluruh umat muslim dan muslima diwajibkan untuk berpuasa kecuali bagi yang ada pada dirinya halangan sesuai dengan hukum islam yang berlaku.

Menjual Makanan di bulan puasa apa hukumnya.? maksudnya disini adalah orang yang berjualan makanan saji seperti nasi, bakso, mie goreng, minuman segar dan lainnya, penjualan ini dilakukan di siang hari seperti bulan-bulan lainnya.

Hukum Berjualan Makanan di Bulan Puasa

 
Hukum Berjualan Makanan di Bulan Puasa

Sebelum kita beranjak ke hukum, kita pakai logika dahulu, apakah bagus menyediakan makanan bagi orang yang tidak berpuasa di bulan ramadhan.? bukankah itu sama dengan kita mendukung orang yang tidak berpuasa. tapi hal ini ditepis banyak orang dengan alasan hanya menyediakan untuk orang musafir, orang sakit dan banyak lagi.


Baca Juga : Dimana Zakat Fitrah Seharusnya ditunaikan
 
Jika ditelusuri secara survei, satu kesimpulan bahwa orang yang punya usaha warung makan atau restoran merasa berat (keberatan) dengan datangnya bulan ramadhan karena dikhawatirkan omset menurun, namun ini tidak berlaku pada semua restoran, ada juga restoran yang masih mendapat pemasukan seimbang dengan bulan-bulainnya meskipun hanya beroperasi di jam malam saja.

Dalil Larangan Berjualan Makanan di Bulan Puasa

Jika kita merujuk pada dalil, memang tidak ada dalil yang jelas dan nyata secara bahasa melarang untuk berjualan di bulan puasa seperti "janganlah kamu menjual makanan di bulan puasa" tidak ada demikian, namun dalil qiyas ada dan itu sudah jelas berhubungan dengan orang yang menyediakan makanan pada orang yang tidak berpuasa dan mengambil keuntungan darinya.

Dalil yang pertama menyatakan larangan dalam tolong menolong untuk melakukan pelanggran dosa:
Hal ini sudah jelas termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah, ayat : 2

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ 
Dan jangan tolong-menolong dalam melakukan perbuatan dosa dan pelanggaran. dan bertaqwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.


Dalil ini menunjukkan bahwa larangan keras dalam bekerja sama dalam berbuat dosa (maksiat), secara garis besar Tidak berpuasa adalah maksiat (melanggar aturan Allah) orang memfasilitasi yang tidak berpuasa termasuk dosa baginya, karena mendukung (menolong) perbuatan dosa.

Adapun dalil kedua yang menyatakan larangan untuk Berjualan Makanan di Bulan Puasa adalah sabda Nabi Muhammad Saw

وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ

Siapa yang memberi petunjuk pada suatu kejelekan, maka ia akan memetik dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun juga.

Hadist ini meruapakan sebuah larangan untuk tidak membuka jalan atau memberikan contoh keburukan kepada orang lain. karena jika orang lain terikut dari apa yang kita contohkan maka kita akan menanggung dosanya.


Baca Juga : 4 Alasan Kenapa Poligami ditolak di Indonesia
 

Dalil ini juga bisa di qiyaskan sebagai larangan berjualan makanan di bulan puasa, karena memberikan contoh keburukan kepada orang lain, bisa saja orang lain akan mengikuti untuk berjualan, selain itu orang yang berjualan makanan di bulan puasa, tentunya akan memancing orang lain untuk tidak berpuasa, karena merasa mendapat fasilitas, sehingga orang berjualan itu bisa mendapatkan dosa dobel.

Apakah berkah penghasilan dari berjualan makanan di bulan puasa.?
Meskipun adakalanya orang yang mengatakan mendapatkan untung banyak dari berjualan makanan di bulan ramadhan namun itu bukanlah sebuah keberkahan, bahkan Allah sudah mengancam kita dengan siksanya.

Jangan Khawatir!!
Meskipun usaha anda adalah bisnis makanan atau restoran janganlah takut dan khawatir dari rejeki Allah Swt, ikuti saja prosedur hukum agama insya Allah akan mendapat kemudahan, bukalah warung atau restoran anda pada jam berbuka dan jam makan malam atau sampai pada waktu sahur, insya Allah anda mendapat keuntungan lebih besar.

Demikianlah sedikit penejelasan seputar Hukum Berjualan Makanan di Bulan Puasa, semoga bisa bermanfaat. 

0 Response to "Hukum Berjualan Makanan di Bulan Puasa"

Posting Komentar