Bagaimana Sistem Penempatan Siswa dalam Kelas

Bagaimana Sistem Penempatan Siswa dalam Kelas - Ruangan Kelas merupakan srana Primer dalam pembelajaran, setiap sekolah tentunya wajib memiliki ruang belajar yang dijadikan sebagai tempat pelajar menuai ilmu pengetahuan, Bagaimana penempatan siswa dalam ruang belajar, apakah harus dibedakan antara siswa yang memiliki kemampuan tinggi dengan siswa yang hanya punya intregritas dibawah rata-rata.

Bagaimana Sistem Penempatan Siswa dalam Kelas

Bagaimana Sistem Penempatan Siswa dalam Kelas

Secara keseluruhan setiap buku Manajemen Pendidikan umumnya menyatakan dengan tegas bahwa penataan ruang kelas itu penting, seorang pendidik harus jeli dalam memilah peserta didik yang akan ditempatkan dalam ruang kelas, hal ini dilakukan demi kemudahan pada pencapaian tujuan dan target pembelaran.

Namun dalam hal ini harus ada penyesuaian sesuai dengan kondisi sosial dan problematika yang dihadapai sekolah yang bersangkutan, dalam hal ini KEMENDIKBUD tidak memberikan perintah secara formal perihal penataan siswa dalam ruang belajar, ini merupakan sepenuhnya kebijakan pihak sekolah dan keputusan para pengajar.

Dimana keputusan tebaik,,? Siswa yang kurang berprsetasi dalam pembelajaran dipisahkan dengan siswa yang berprestasi atau dilakukan penggabungan antara keduanya (Heterogen) hal ini masih menjadi perdebatan antar pengajar di setiap sekolah. ini bisa dilihat dari setiap diskusi atau forum resmi dan forum media, semua pakar dan pengajar memiliki pandangan dari sudut pandang berbeda.

Bagainanakah di sekolah anda.?
Secara teori, pemilahan peserta didik dalam penataan kelas berdasarkan kemampuan memberikan kontribusi baik, terutama terhadap mereka yang masuk dalam kategori rajin dan smart, lebih besar peluang untuk meningkatkan kualitas belajar, namun bagaimana dengan peserta didik yang dikelompokkan dalam kelas yang berkemampuan rendah.

Ada dua hal yang sangat mempengaruhi jika penempatab belajar siswa di pilah-pilah berdasarkan kemampuan, siswa yang pintar ditaruh dalam satu kelas, dan siswa yang berkemampuan rendah disatukan dalam kelas, inilah dampaknya.

 
Fonis Karakter
Jika dilakukan pemisahan antara murid bandel dan murid rajin maka akan menimbulkan fonis negatif tersendiri, dalam dunia pendidikan seorang guru sangat dilarang memfonis siswa tidak mampu, bodoh, nakal dan lain-lain, beranjak dari pemisahan kelas, tidak bisa dipungkiri akan menimbulkan fonis tertentu dari ucapan atau tindakan guru atau murid itu sendiri.

Saya mengajar di kelas bandel, ini kelas spesial, ini kelas unggul, kelas inti atau julukan lainnya, baik sengaja atau tidak, secara langsung ini akan membunuh karakter bagi siswa yang dikelompokkan dalam kelas berkemampuan rendah, seharusnya mereka dibangun untuk maju dan berkembang karena fonis ini terlahir dapat dipastikan guru akan mendapati kelas hambatan yang lebih besar,

Dalam hal ini Mayla Nissha Seorang Fakar Sikologi Pendidikan Dunia Universitas Hokkaido Jepang, menyatakan bahwa pemilahan murid yang mampu dan tidak mampu dalam pembelajaran tidak semua sekolah dapat diterapkan. Zaman sekarang banyak guru yang tidak bertanggung jawab. setelah memisahkan, yang tertinggal semakin melemah.

Kesenjangan Kinerja
Menjadi guru adalah ibadah bukan pekerjaan dan tidak mengharap upah (honorium) banyak orang berkata demikian namun disaat terpotong atau terlambat pemberian gajinya  mereka mulai gundah.


Bagaimana Sistem Penempatan Siswa dalam Kelas

Tetap kita katakan guru adalah pekerjaan, dalam hal ini tentunya setiap sekolah pasti ada penanggung jawab yang ditugaskan untuk mengurus kelas di negara kita biasa disebut dengan wali kelas, tidak bisa dipungkiri lagi akan terjadi kesenjangan antar pengajar dan membuka pintu kecemburuan sosial. kinerja wali kelas yang ditugaskan pada kelas unggul tentunya lebih mudah dibandingkan dengan kelas non unggul.

Dalam hal ini, tim zonapendidikan.com pernah melakukan riset di salah satu sekolah ternama (Negri) yang merupakan sekolah binaan unviersitas ternama  mayoritas guru berpegang pada argumentasi untuk tetap mempertahankan adanya kelas unggul non unggul, pihak rektorat menyetujui keputusan majelis guru, namun ironisnya saat Kepala Sekolah menetapkan guru-guru yang memegang kuat argumentasi tersebut sebagai wali kelas di kelas non unggul mereka malah berpaling dan menyela diri.

Kesimpulan
Dipisah atau digabung keduanya mendapati nilai positif dan negatif, namun jika pihak sekolah ingin membuat keputusan harus memperhatikan kualitas setiap tenaga pengajarnya.

0 Response to "Bagaimana Sistem Penempatan Siswa dalam Kelas"

Posting Komentar