Kisah Sedih Orang Kaya ternyata Miskin

zonapendidikan.com - Pagi hari itu, seperti biasa oji mempersiapkan peralatan sekolahnya, sebelum pergi ke sekolah dia makan roti dan minum susu tapi kebiasaan buruknya selalu dilakukan dan belum berhenti yaitu makan dan minum dengan berdiri dan mondar-mandir. sambil mengunyah makanan dia berteriak kepada ibunya "Bu kaos kaki saya apa sudah dicuci" dengan tergesa-gesa sang ibu memberikan kaos kaki si oji.

Kisah Sedih Orang Kaya ternyata Miskin 

 
Kisah Orang Kaya ternyata Miskin

Begitulah sikap si oji yang selalu keras dan manja kepada orang tua dan terkadang dia berani melempar barang apa saja yang ia dapat dan bahkan sering membanting pintu jika keinginannya tidak bisa dipenuhi orang tuanya.

Satu hal yang unik, si oji belajar di salah satu sekolah swasta, dengan label pendidikan islam di kota tempat tinggalnya, ia duduk dikelas 2 SMP  meski demikian sikap bandelnya tidak berubah, padahal disekolah ia diajarkan pengetahuan agama islam dan pelajaran-pelajaran lainnya. kadamg dia bolos sekolah dan banyak tingkah laku oji yang membuat gurunya resah dan sudah pasrah serta menganggap oji memeng tak perlu diperhatikan lagi, banyak guru yang tidak open dan cuek terhadap oji.

suatu hari ayah oji pamit dan ingin pergi ke singapur untuk urusan bisnis, seperti biasa oji minta oleh-oleh berupa mainan yang mahal dan kali ini ia minta dibelikan HP mahal. dengan senyum ayahnya meng iya kan permintaan oji,
.
Seminggu kemudian seperti yang dijanjikan sang ayah akan pulang, ayah mempersiapkan semua barang-barang belanjaan yang ia beli dari kota singa itu. tiba di bandara ia kemudian memasuki lataran bandara jalur pesawat yang ia tumpangi. satu jam kemudian pesawat pun berangkat. beberapa saat kemudian terjadi goncangan kuat pada badan pesawat dan membuat pesawat oleng tak terarah, sang pilot dan pramugrai tidak sempat memberi peringatan dan tiba-tiba pesawat meledak dan hancur berkeping-keping.

Ibu oji begitu mendengar kabar langsung shok dan pingsan, para tetangga membantu untuk menenangkan dan merawat ibu oji, saat itu oji sedang berada di sekolah, sepulang sekolah ia sangat terkejut melihat keadaan rumah yang sangat ramai. dalam hati ia bertanya apa gerangan yang terjadi.
ketika ia mendengar berita dari tetangga yang berada dirumahnya oji merasa di ditimpa benda berat dikepalanya dan hanya duduk terpaku.

Beberapa minggu telah berlalu, oji menjalani hidup tanpa sang ayah, sampai sekarang juga jenazah korban kecelakaan peawat yang ayahnya tumpangi tak kunjung ditemukan, oji tak banyak bicara dengan ibunya, hanya beberapa kata dan sebentar tidak pernah berbicara lama, kebiasaan oji menyuruh ibu untuk mempersiapkan peralatan sekolahnya sudah tidak ada lagi, tanpa ia sadari oji sudah mandiri.

Keesokan harinya saat oji sedang berada disekolah, beberapa orang datang berkunjung kerumahnya, ternyata mereka adalah teman kerja ayah oji dan beberaapa orang yang tak dikenal, ibu oji menyambut mereka dengan baik dan mempersilahkan masuk kedalam rumah.

setelah mempersilahkan tamunya duduk dan menyediakan minuman, ibu oji memulai pembicaraan
"ada apa gerangan pak.? kenpa tiba-tiba datang ramai seperti ini.

salah satu dari mereka menjawab " Begini buk, mohon maaf sebelumnya,  Pak juanda (ayah oji) adalah teman baik saya, dan beliau satu tim kerja dengan saya di perusahaan, sebelum pergi ke singapur saya dan pak juanda mengadakan sebuah proyek di kota ini dan kami telah membuat kontrak dengan pihak perusahaan lain dan pihak Bank,  dana sejumlah miliyaran rupiah telah beliau terima. jadi kedatangan kami kesini untuk menanyakan apa ada dana tersebut karena saya ingin meneruskan proyek tersebut"

Ibu oji menjawab "oh itu pak,, maaf pak, saya tidak tahu akan hal itu, suami saya tidak pernah memberitahukan kepada saya dan dana tersebut tidak ada pak."

"jadi bagaimana buk.? dana itu kami butuhkan sekarang ini karena pihak perusahaan sudah menuntut kami.

  saya jiga tidak tahu pak,,"

seorang pria berpakaian necis dengan jaz hitam berdiri dan angkat bicara " Pak juanda telah meminjam sejumlah uang dari Bank dengan jaminan rumah tanah dan beberapa perkebunan yang tertera dalam surat ini." sambil menunjukkan surat jaminan, ia berkata lagi " jika memang tidak ada terpaksa semua ini disita pihak bank.

Dengan air mata bercucuran ibu oji menjawab, "silahkan ambil pak, jika memang semua itu bisa menyelasaikan semua sengketa suami saya."

Sebelum pamit pria itu berkata, "baiklah buk, dua hari lagi kami akan datang kemari" kemudian mereka pergi meninggalkan rumah.

Ibu oji tersungkur dilantai sambil menangis ia hanya berdoa dan memohon pertolongan Allah, saat itu juga si oji tiba dirumah. ketika melihat sang ibu menangis ia menghampiri ibunya dan berkata "kenapa ibu menangis.? ibu langsung memeluk oji dan menceritakan kejadian tadi. oji hanya bisa diam dan menenangkan sang ibu, kemudian mereka beranjak untuk makan siang bersama.

Dua hari kemudian .. pagi hari oji tidak masuk sekolah, ia sudah megambil surat pindah dari sekloah tempat ia belajar selama ini. oji dan ibu mempersiapkan barang mereka untuk berangkat ke kampung halaman ibunya. di sana mereka tinggal di tempat adik ibu oji, merupakan bibi oji, mereka tinggal di sebuah rumah kecil dengan dinding bambu beratap rumbia dan sebuah bilik tanpa ranjang.

Semua kekayaan harta pak juanda hanya hutang atau pinjaman semua itu telah disita untuk menutpi hutangnya, keluarga yang ditinggalkan berubah 80 derajat, dulunya hidup penuh kemewahan tapi bukan milik spenuhnya dan tidak pernah memberitahukan kepada keluarga bahkan istrinya sendiri itulah yang selama ini terjadi. memanjakan anak dengan memenuhi segala keinginannya, ini bukanlah tanda cinta kepada keluarga bahkan menghancurkan hidup mereka.

Apakah anda terbuka dengan istri dari usaha yang anda bangun, keterbukaan kejujuran adalah pilihan tepat dalam menuai kebahagiaan.

0 Response to "Kisah Sedih Orang Kaya ternyata Miskin"

Posting Komentar