Pemimpin Wanita Boleh atau Tidak

Pemimpin Wanita Boleh atau Tidak - Kenapa harus wanita yang menjadi pemimpin.? ini adalah pertaanyaan yang selalu dipertanyakan dalam organisasi kerja baik swasta atau instansi negara. para pengamat dan ahli politik dunia menyimpulkan bahwa ada tiga kemungkinan yang terjadi sehingga kaum wanita yang ditunjuk sebagai pemimpin, yang pertama ada maksud atau mission tersendiri dari pihak atas sehingga mudah memanuver pimpinan tersebut, yang kedua penyebab kepemimpinan jatuh ditangan wanita disebabkan tidak ada lagi dari kaum laki-laki yang layak yang tepat untuk diberikan jabatan pemipin dan yang ketiga kemauan pihak atasan sendiri ingin keragaman, seperti seorang kepala yayasan memilih kepala sekolahnya dari kaum wanita.


Pemimpin Wanita Boleh atau Tidak

Pemimpin Wanita Boleh atau Tidak
Disini kita tidak membahas kelemahan wanita dalam memimpin dari sudut pandang agama, karena banyak fonis menyatakan bahwa kepemimpinan skala besar yang dibebankan ke tangan wanita cenderung akan menghasilkan kehancuran, baik SDM ataupun administrasi. oleh karena itu mari kita kita telaah dengan menggunakan terpong sosiologi sehingga kita bisa menentukan layakkah wanita menjadi pemimpin.

Wanita Berpacu pada perasaan bukan apda fikiran
Dalam setiap sistem organisasi tentunya ada permasalahan yang akan dihadapi, dalam mengatasi masalah andil pimpinan sangat diharapkan mampu memanuper para bawahan, jika pemimpin terlalu banyak memakai perasaan dalam organisasi maka pintu kesenjangan kerja akan terbuka lebar.
Memperhatikan bawahan yang terlihat bekerja didepan mata tanpa melirik bayground dari sudut pandang lain, perasaan wanita akan tersentuh dari sisi luar yang jelas terlihat apalagi berhadapan dengan orang yang pandai bersilat lidah sehingga memicu kinerja yang tidak loyal dari bawahan.
Dalam kepemimipinan wanita tidak jarang ditemukan PHK, pemecetan secara sepihak dan tindakan pemberhentian kerja pegawai secara tiba-tiba, secara bukti memang terlihat yang bersangkutan salah, bisa diktakan 1000 kebaikan dapat dihapus satu kesalahan.
Wanita Mudah terpengaruh
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, sekuat apapun pendirian wanita namun bisa amblas hanya karena pengaruh ucapan dan iming-iming oleh para bicara dan ahli bersilat lidah,  sehingga rahasia mudah bocor dan ketetapan atau keputusa bisa berubah dengan cepat.
Wanita Mudah Lupa
Ini tidak hanya terjadi pada kaum wanita, kaum pria jua terkadang mengalami kelupaan dalam janji atau keputusaannya. namun berdasarkan riset para pengamat politik, wanita cenderung lupa dan bahkan berbalik arah dari keputusan awal.
Rancu dalam mengambil keputusan
Ini sudah dipahami sejak zaman dahulu, sehingga jikapun ada ratu kerajaan atau tampuk kepemimipinan berada ditangan wanita diwajibkan ada pendampingnya (penasehat) / qadhi dari kaum laki-laki, sehingga membuat keputusan yang terarah dan tepat sasaran. 
Kenapa wanita rancu dalam mengambil keputusan karena qodratnya wanita memang kerap mengandalkan hati dalam bertindak, terlalu kuat memendam perasaan sehingga keputusan yang dibuat terkadang tidak singkron dengan keadaan.
Itulah beberapa poin pertimbangan dari sudut sosiologi, namun dari aspek lain bergantung pada daerah dan tabiat wanita di sana, tidak semua wanita itu lemah, banyak ditemukan wanita yang tegas dan ada juga otoriter dalam kepeimpinanannya hal ini tercatat dalam sejarah.
Dari penjelasan diatas anda mungkin sudah memiliki gambaran tentang Pemimpin Wanita Boleh atau Tidak. materi ini tidak akan pernah ada habis-habisnya, tidak ada ditemukan titik terang, karena semua pakar punya landasan dan argumentasi masing-masing wanita layak atau tidak menjadi pemimpin.
Namun yang patut kita lakukan adalah menggunakan landasan agama dan penyesuian terhadap daerah masing-masing, cocok atau tidak wanita anda jadikan sebagai pemimpin.
Demikianlah sedikit penjelasan seputar Pemimpin Wanita Boleh atau Tidak, semoga bermanfaat

0 Response to "Pemimpin Wanita Boleh atau Tidak"

Posting Komentar