Mendidik dengan Kasih Sayang Berbuah Keburukan



zonapendidikan.com | Kenapa ada kasih sayang membuahkan hasil yang buruk, bukankah segala mengasihi dan menyayangi itu memiliki potensi positif.? menarik untuk dibahas terutama bagi orang tua dan para guru pendidik di sekolah harus mengtahui hal ini. karena sudah banyak kasus yang mencuat berawal dari kasih sayang dalam mendidik. 


Mendidik dengan Kasih Sayang Berbuah Keburukan

Mendidik dengan Kasih Sayang Berbuah Keburukan

Biasanya seorang anak akan mendapati kecenderungan negatif pada dirinya disaat ia merasa jauh dari kasih sayang orang tua ataupun orang dekat dengannya. namun berbalik arah ada juga anak yang sudah mendapat kasih sayang namun berperilaku buruk alias negatif. semua ini disebabkan oleh kesalahan dalam penerapan dan kekeliruan memaknai kasi sayang.
Baca Juga : Cara Mencapai Kebahagian dalam Keluarga
Orang tua dan guru disekolah seharusnya harus menegrti pola mendidik, tentunya setiap tingkatan atau usia anak berbeda cara mendidiknya, contoh jelasnya, mendidik anak tingkat SD harus berbeda polanya dengan mendidik anak tingkat SMP dan SMA. selain itu jenis perbedaan mendidik dari segi jenis kelamin.

Mendidik dengan Kasih Sayang Berbuah Keburukan

Ada dua faktor yang berpotensi keburukan dalam mendidik, hal ini harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan dalam membangun karakter anak.

1. Faktor Tutur Kata
Banyak dari kalangan orang tua dan guru mendidik anak dengan tutur bahasa yang gemulai (lemah lembut berlebihan) dan menerapkannnya pada semua anak, tidak memandang usia anak. dengan alasan sangat menyayangi sang anak. untuk anak tingkat SD ini sangat cocok, seorang guru mengucapkan kata "sayang" disaat anak melakukan kesalahan.
Baca Juga : Cara Menghadapi anak Kepribadian Tertutup
Tata kala anak bermain bola di kelas sehingga memecahkan jendela kaca, sang anak sudah ketakutan, ternyata gurunya malah mengucapkan kata"

"Jangan takut sayang, ibu sayang kamu, kamu jangan takut ya,, nanti ibu yang jelaskan kepada kepala sekolah"

Tujuan dan maksud mungkin baik namun hasilnya tidak bisa dipastikan positif, apa yang terjadi jika hal ini terjadi pada anak tingkat SMP dan SMA.

2. Faktor Tindakan
Melakukan sentuhan, belaian atau memeluk anak, tidak bisa dilakukan pada semua usia, biasanyan hal ini sering terjadi pada guru wanita, membelai siswanya dengan penuh kasih sayang disaat merasa sedih, dengan tujuan agar si anak merasa tengang dan nyaman. namun hal ini lebih banyak nilai negatifnya.

Ada banyak kasus guru asusila terhadap guru yang bertindak ringan tangan menyentuh siswa-siswanya, hal ini sering terjadi pada anak tingkat SMP dan SMA, hal ini akan menimbulkan gejolak jiwa, mungkin mereka tidak berani berbuat tidak senonoh namun paling tidak mereka kerap membicarakan hal yang tidak etis dari penampilan gurunya.

Begitupula dengan orang tua kerap bertindak semena-mena, memenuhi segala permintaan anaknya, dengan alasan sangat menyayangi dan mencintai anak, namun hal ini lebih cenderung berdampak negatif.

Perlu kita ketahui bersama, propesi seorang pendidik, segala ucapan dan perkataan akan selalu dierekam dan diperhatikan oleh anak yang dididik (peserta dididik) baik orang tua ataupun guru.
Baca Juga :  Penyebab Siswa Bandel di Sekolah 
Menyayangi anak bukan berarti selalu mengucakan kata-kata lembut gemulai dan bukan berarti selalu memenuhi keinginan anak serta tidak semua anak bisa didik dengan cara yang sama, meskipun pada dasarnya mendidik itu berlandaskan kasih sayang.

Inilah yang dimaksud dengan Mendidik dengan Kasih Sayang Berbuah Keburukan. semoga bermanfaat.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mendidik dengan Kasih Sayang Berbuah Keburukan"

Posting Komentar