Hukum Menunda-nunda Waktu Shalat

Hukum Menunda-nunda Waktu Shalat - Shalat lima waktu merupakan amalan wajib yang dilaksanakan umat muslim, masuk ke dalam rukun islam dan dinyatakan bahwa shalat itu adalah tiang agama, jadi sudah jelas tanggapan seharusnya untuk umat muslim yang tidak mengerjakan shalat, jelas tidak sempurna agama islamnya.


Hukum Menunda-nunda Waktu Shalat 

Hukum Menunda-nunda Waktu Shalat

Apa hukuman bagi orang yang menunda waktu shalat.? apakah itu menjadi suatu masalah, misalkan selalu lebih mementingkan kegiatan lain dibandingkan shalat. shalat tetap dikerjakan namun ditunda untuk dilaksanakan di akhir waktu.

Apakah berdosa jika kita menunda-nunda waktu mengerjakan shalat.? Jika kita mencari dalil Qhat'i dari ayat al-qur'an atau hadist memang tidak ada yang jelas-jelas mengatakan bahwa menunda waktu shalat adalah dosa besar, namun untuk mengetahui landasannya itu baik atau tidak mari kita telaah bersama.

1. Panggilan Allah
Hukum Menunda-nunda Waktu Shalat - Saat azan dikumandangkan semua ummat muslim yang mendengarkan azan tersebut hendaknya ia bergegas untuk bersiap-siap mengerjakan shalat, azan merupakan panggilan Allah Swt, nah jika seorang muslim mengabaikan azan tersebut maka jelas dinyatakan ia berpaling dari panggilan Allah Swt. 

2. Menunda Shalat akan mendapat celaka
Dalam benak kita, sebenarnya kita sudah menyadari bahwa menunda waktu shalat tidak disukai Allah dan kita menganggap itu hanya perkara kecil dan sepele, ternyata tidak, orang yang celaka adalah orang yang sengaja menunda ibadahnya (shalat).

Dalam Al-Qur'an QS. Al-Maa’uun, ayat: 4-5, artinya :
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya"
Yang dimaksud dengan menyia-nyiakan disini adalah tidak memperdulikan waktu sholat atau tidak mengerjakannya.

3. Ancaman Neraka Bagi orang yang menunda shalat
Di sini lebih jelas lagi dinyatakan bahwa menunda-nunda waktu sholat ancamannya adalah neraka, dalam Al-Qur'an  QS.Maryam, ayat 59-60, artinya:
"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek), yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui “ghayyu“. Kecuali orang-orang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun".

4. Menunda-nunda waktu sholat adalah ibadah orang munafiq
Menngerjakan sholat di akhir-akhir waktu dan itu dilakukan secara sengaja dan sesuka hati, jelas itu adalah sikap orang munafiq, hal ini sangat jelas dinyatakan dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 142 artinya :
"Sesungguhnya orang-orang munafik menyangka bisa menipu Allah, tapi sungguh Allah lah yang menghinakan mereka. Yaitu ketika mereka diseru untuk shalat, mereka bermalas-malasan" 
Begitulah jati diri ibadah seorang munafiq, ibadahnya asal jadi, waktu tidak diperdulikan dan  dikerjakan asal maunya saja.

Dari keempat poin ini kita bisa menarik kesimpulan bersama bahwa menunda waktu sholat hukumnya adalah larangan. secara aqliah saja kita sudah menarik nilai penting, ibadah sholat adalah ibadah yang diutamakan khusuk fokus setidaknya berusaha untuk itu, jika waktunya ditunda sampai diambang-ambang akhir waktu maka sangat jelas secara sengaja tidak ingin mengkhusukkan diri.

Hikmah Yang dapat kita petik adalah sholat bukanlah ibadah yang hanya dikerjakan saja namun harus mengerti setiap esen-esensi tata cara pelaksanaannya, Demikianlah sedikit penjelasan seputar Hukum Menunda-nunda Waktu Shalat , semoga bermanfaat.

0 Response to "Hukum Menunda-nunda Waktu Shalat "

Posting Komentar