Penyebab Utama Guru Malas Mengajar dan Bekerja



Penyebab Utama Guru Malas Mengajar dan Bekerja - Guru itu manusia bukan robot, ya terkadang ada juga fase-fase kejenuhan dalam beraktifitas menjadi seorang guru, apalagi terkait dengan honor dan masalah eksternal guru, seperti seorang guru yang membangun bisnis, jika mendapati kegagalan atau masalah maka sangat rentan mengganggu kinerjanya sebagai guru, atau guru yang mendapati honor yang tidak kerap tidak jelas, honor yang tidak menentu.


Penyebab Utama Guru Malas Mengajar dan Bekerja

Penyebab Utama Guru Malas Mengajar dan Bekerja

Semua kejadian pasti ada sebab-akibatnya termasuk hal seperti ini, guru yang seharusnya memiliki talenta dan semangat yang kuat dalam mengajar dan menididik anak manusia, namun jika guru itu malas-malasan maka efeknya sangat besar. inilah Penyebab Utama Guru Malas Bekerja :

Guru Abal-abal
Ada jutaan di negara kita ini menggantungkan hidupnya dengan profesi, terdaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil, memakai seragam negara namun akal sehat hampir hilang, sibuk dengan bisnis dan urusan harta di lingkungan sekolah, mengajar asal-asalan hanya berpegang pada satu metode mengajar dan itu sangat monoton. namanya saja sudah guru abal-abal ya wajar saja kerjanya malas-malasan di sekolah.
Baca Juga : Penyebab Siswa Bandel di Sekolah 
Salah satu ciri-ciri dari guru abal-abal adalah mereka yang tidak memiliki kapasitas pengetahuan dan wawasan serta tidak mau belajar untuk pengembangan diri, terlambat masuk kelas dan mengajar tidak memiliki strategi dan metode, hal seperti banyak ditemukan di negara kita.

Gaji Macet
Ini adalah dilema guru yang berada di sekolah swasta, kerja full namun honor tidak boleh ditanyakan, jika sepenuhnya bergantung untuk hidup dari pendapatan menjadi guru maka ini akan menjadi masalah, jika honornya macet, apalagi kondisi struktur mangement sekolah tertutup.

Adakalanya sebuah sekolah terlihat afektif dalam setiap kegiatan pembelajaran, namun itu hanya fatamorgana, para guru sebenarnya bekerja tidak sepenuh hati, semua ini dikarenakan tekanan, terkadang keadaan yang membuat serba salah, honor macet dan tidak berani menanyakan ke atasan selain itu pihak managemen sekolah terus menuntut kualitas kerja, jika tidak ada lagi tempat kerja selain ini maka mau tidak mau harus bertahan, dari sinilah mulai tumbuh kinerja yang dinamakan setengah hati.

Kepemimpinan Otoriter
Membangun sistem yeng kredibel dengan mengedepankan kualitas pembelajaran dan pendidikan sekolah adalah upaya yang baik terutama bagi sekolah swasta, namun terkadang sistem yang diupayakan itu tidak seimbang dan memberikan hasil yang baik, salah satu penyebabnya adala otoriter dalam kepemimpinan.

Banyak kepala sekolah atau pemimpin managemen sekolah yang berpacu pada aturan pegawai (guru dan karyawan) membuat aturan yang dianggap propesional tanpa memikirkan kapasitas kwantitas dan kualitas pera pengajar dan pekerja, harus begini, harus begitu, tidak boleh ini tidak boleh itu, sehingga terkesan peraturan lebih banyak untuk pegawai dibandingkan pelajar. memerintah dengan sesuka hati dan bertindak semaunya tanpa mempertimbangkan nasib dan kebutuhan pegawai.

Banyak pemimipin yang menuntut hasil kerja yang maksimal dengan mengandalkan peraturan namun dampaknya hasil buruk yang akan didapatkan, salah satunya adalah hubungan emosional negatif akan tumbuh antara pekerja dan atasan dan ini akan berdampak pada pelajar. jelas saja kepemimipinan otoriter adalah penyebab Guru Malas Mengajar dan Bekerja.

Peraturan tidak konsisten
Pengangkatan jabatan dan pemingalihan atau mutasi kerja yang dilakukan tanpa ada panutan dari sistem yang jelas akan menimbulkan konflik internal bagi guru di sekolah, perlu kita ketahui bersama, perihal kualitas kerja tidak mudah dinilai dalam ruang lingkup kinerja guru, namun terkadang banyak pemimpin dengan mudah memfonis kinerja pegawainya, menaikkan dan menurunkan jabatan dengan pandangan sepihak.
Baca Juga : Solusi Untuk Guru Honorer Sedikit Gaji
Selain itu terkadang ada kesenjangan, seseorang diturunkan pangkat atau jabatannya karena melakukan suatu kesalahan namun keslahan yang sama dilakukan orang lain tidak ada tindakan yangh diberikan, biasanya jika hal ini dipertanyakan para pemimpin akan menjawab ini merupakan rahasia dan kebijakan yang tidak boleh diumbar (management tertutup) jelas saja sejara jahir ini tidaklah konsisten dan akan menimbulkan efek buruk, Malas Mengajar dan Bekerja.

Management Nepotisme
Sistem nepotisme memang sulit untuk dihindari dan sulit untuk ditanggulangi, terkadang pemimpin sudah mempertimbangkan segala sesuatu untuk mengangkat jabatan seorang guru namun jika orang tersebut ada hubungan kekeluargaan atau hubungan komunitas tetap saja dimata publik itu dinyatakan nepotisme (mementingkan/mengutamakan kerabat).

Namun hakikkatnya ini sudah mendarah daging dan sudah membudaya, jika dalam ruang lingkup sekolah ada perkumpulan, komunitas, etnis atau kelompok-kelompok internal. maka ini akan menjadi problem tersendiri, seorang pekerja akan sulit mendapatkan kenaikan pangkat jika ia tidak berada dalam perkumpulan komunitas atasannya. begitu pula sang atasan (pemimpin) beranggapan  fanatik bahwa komunitas yang ia geluti adalah terbaik dan lebih memnentingkan komunitasnya untuk jabatan, hal ini tidak bisa diarahasikan lagi bahkan sangat jelas terlihat di sekolah-sekolah indonesia, baik itu sekolah islam ataupun sekolah umum, ras, kelompok, komunitas, etnis, suku mejadi pertimbangan.

Jika sudah demikian tentunya kinerja para guru dan pegawai tidak akan maksimal, bekerja sepenuh hati sudah pasti terjadi, semua ini berlandaskan ketidak adilan, jelas saja akan terjadi Malas Mengajar dan Bekerja para guru.
Baca Juga : 5 Langkah Sukses Guru Mengajar di kelas
Dari sini bisa disimpulkan bahwa insentif, gaji atau pendapatan bukanlah tolak ukur kinerja guru di sekolah, seorang guru yang bersih hatinya, ikhlas setiap tindakannya akan berubah menjadi guru yang kacau dan rusak imannya hanya karena sistem dan managemen di sekolah tersebut tidak sehat dan memihak atau lebih dikenal dengan tidak adil.

Demikianlah sedikit pembahasan seputar Penyebab Utama Guru Malas Mengajar dan Bekerja, semoga bisa menjadi pembelajaran penting untuk para guru di indonesia, tetaplah ikhlas dalam bekerja karena hakikatnya mengajar bukanlah pekerjaan tapi amalan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyebab Utama Guru Malas Mengajar dan Bekerja"

Posting Komentar