5 Kesulitan Mengisi Raport Kurikulum 2013



Kesulitan Mengisi Raport Kurikulum 2013 - Banyak Sekolah di daerah-daerah sudah mengadopsi dan menjalankan Kurikulum 2013, mulai dari perangkat pembelajaran, administrasi sekolah sampai kepada pengolahan nilai, untuk mengerti atau memahami esensi dari kurikulum 2013 bukanlah perkara mudah, banyak pandangan yang berbeda, bahkan di dalam pelatihan kerap kali terjadi kesenjangan perbedaan argumentasi dari para tentor.

Sekarang kita akan mengupas beberapa kesulitan yang sering ditemukan dalam pengisian raport kurikulum 2013, inilah daftar kesulitannya, jika anda tidak mampu mengatasinya tentu anda akan terus merasa terbeban.

 

5 Kesulitan Mengisi Raport Kurikulum 2013

5 Kesulitan Mengisi Raport Kurikulum 2013

1. Penggunaan Microsof Excel
Inilah kesulitan yang paling utama, sejatinya pembubuhan nilai raport 2013 dilakukan dengan berbagai tahapan sehingga semua nilai itu nantinya dapat di deskripsikan, semua pengolahan nilai ini dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Office Microsof Excel. jika seorang guru tidak mengerti menggunakan aplikasi ini dapat dipastikan penilaiannya tidak objektif.

Tidak sedikit guru yang mengambil jalan keluar lain seperti menggunakan jasa orang lain namun tetap saja penilaian itu tidaklah kredibel.

2. Administrasi Tidak Jelas
Inilah kesulitan Mengisi Raport Kurikulum 2013 yang kedua, dalam pengisian nilai raport ini tentunya guru harus memiliki catatan atau administrasi lengkap dari segala aspek terhadap muridnya, bagaimana jika guru itu tidak memiliki administrasi yang jelas, dari mana nanti ia mendapat nilai untuk diolah.?

Namun guru tidak kehabisan akal, selalu berhasil membubuhkan nilai raport siswa, semua itu dilakukan dengan taksiran belaka, bukan berdasarkan nilai siswa yang sesungguhnya. karena sudah sangat jelas pengisian nilai rapoort kurikulum 2013 bukanlah bersumber pada ujian semester saja. hal ini diperparah lagi jika guru itu tidak punya RPP atau silabus. 

3. Tidak Mengerti Rumus
Hal ini tidak jauh bebeba dengan poin pertama, jika guru ingin memasukkan nilai Raport Kurikulum 2013, haruslah mengerti sistem pengolahan, bisa mengetik atau bisa menghitung pada aplikasi Office Microsof Excel belum cukup untuk modal, namun harus mengerti rumus, sebenarnya ini tidaklah perkara sulit, jika mau duduk sebentar dan belajar dengan orang yang sudah bisa, tidak sampai 2 jam masalah ini akan tuntas.

4. Tidak Bisa Mengarang
Karena pengisian nilai Raport Kurikulum 2013 outputnya adalah penjabaran atau deskripsi sehingga dalam pelatihan-pelatihan banyak guru yang mengatang bahwa itu adalah potensi karangan (mengarang cerita).

Sejatinya tidaklah demikian, semua penjabaran yang dilampirkan di raport siswa sumbernya berdasarkan materi yang diajarkan dan menulis deskripsi itu juga ada aturannya, bukan hasil karangan sesuka hati, namun jika guru tidak bisa menjabarkan maka jelaslah sudah mereka akan merasa kesulitan.

5. Gaptek
Guru tidak kenal komputer atau tidak mau bersentuhan dengan teknologi, kalau sudah begini, wassalam saja ,,,, guru yang gagap teknologi akan terus merasa sulit dalam mengisi nilai Raport Kurikulum 2013, apakah mungkin akan dilakukan dengan menulis manual atau dengan mesin tik.

Inilah salah satu faktor utama kenapa Kurikulum 2013 belum bisa direalisasikan ke seluruh penjuru negri ini, masih banyak guru yang tidak mampu dan belum siap.

Demikianlah sedikit pembahasan seputar Kesulitan Mengisi Raport Kurikulum 2013, jika kita sudah mengetahui kesulitan-kesulitan ini maka marilah kita temukan solusinya bersama.


0 Response to "5 Kesulitan Mengisi Raport Kurikulum 2013"

Posting Komentar