Peraturan Siswa Tinggal Kelas Dihapuskan

Peraturan Siswa Tinggal Kelas Dihapuskan - Istilah tinggal kelasa dalam dunia pendidikan sangatlah wajar, murid yang tidak mampu mencapai target nilai serta kasus di lingkungan sekolah sudah menyeruak, inilah faktor penyebab murid diputuskan untuk tinggal kelas.

Sejak 2014 sistem tinggal kelas ini sudah dihapus, sesuai yang dipaparkan oleh Kepala Pusat Perbukuan Kurikulum (Ramon Mohadas), dimulai pada murid sekolah dasar dan diikuti tingkatan sekolah selanjutnya.

Pada dasarnya tinggal kelas itu diduga memberikan efek jera bagi siswa, seorang seorang siswa tinggal kelas, ada dua kemungkinan yang dipilih, menetap atau pindah sekolah, namun realitanya, siswa yang memilih menetap di sekolahnya, duduk bersanding dengan angkatan dibawahnya dahulu, apakah ada efek jera. umumnya tidak. bahkan terkadang semakin parah, kerena merasa paling senior di ruang kelas jadi bertindak sekehandaknya.

 

Peraturan Siswa Tinggal Kelas Dihapuskan

Peraturan Siswa Tinggal Kelas Dihapuskan

Tinggal kelas sama sekali memberikan efek jera pada murid, dan peraturan tinggal kelas dihapuskan, di dalam kurikulum 2013 lebih dipersempit lagi, penilaian tidak dibolehkan rendah, nilai dijabarkan (deskripsi) tidak disajikan dalam bentuk angka.

Namun, sampai pada tahun ajaran 2015-2016 masih banyak sekolah yang menerapkan sistem tinggal kelas, terutama sekolah swasta, hal ini tidak menjadi masalah dari pemerintah sendiri, namun patut diperhatikan setiap sekolah harus mencari alternatif lainnya, karena sudah sangat jelas tinggal kelas bukanlah hukuman yang memberikan efek jera.

Bagaimana dengan skorsing atau Bersyarat.?
Ini tidak jauh berbeda, namun skorsing dan kenaikan bersyarat memiliki limit batasan waktu, meskipun pihak sekolah sudah menjalin kerjasama dengan orang tua, menskor anak atau menaikkan kelas secara bersyarat, realitanya dilapangan cara ini juga tidak memberikan efek jera.


Solusinya bagaimana.?
Guru adalah pendidik dan guru manusia biasa, guru punya tanggung jawab yang dipilah-pilah waktu mengerjakannya, guru mengajar, guru rapat, guru merencanakan pembelajarn/kergiatan, banyak sekali aktifitas guru, belum lagi dihitung tanggung jawab di rumah tangga.

Singkatnya guru punya batasan pergerakan, jika segala upaya dan manuver sudah dilakukan untuk mempertahankan murid yang nakal atau membandel di sekolah, maka sebaiknya dilakukan pemulangan kepada orang tua. ini untuk menjaga kestabilan nilai pendidikan sekolah.

Namun sayangnya banyak sekolah swasta tidak berani mengambil keputusan itu, sejatinya berkurang murid maka berkurang pula pasokan dana ke sekolah, oleh karena itu banyak sekolah swasta yang terluntang-lantung, selalu disibukkan dengan kasus yang sama dan berulang-ulang (menghadapi kenakalan siswa).

Jadi Pearturan Siswa Tinggal Kelas Dihapuskan, sangatlah tepat.

0 Response to "Peraturan Siswa Tinggal Kelas Dihapuskan"

Posting Komentar