3 Kebodohan yang sering dilakukan guru di sekolah

3 Kebodohan yang sering dilakukan guru di sekolah - Di zaman sekarang ini sangat mudah untuk menjadi guru/pendidik, siapa saja yang mendaftarkan diri menjadi guru PNS kalau lulus tes maka profesi guru (mengajar dan mendidik) akan melekat padanya, begitupula dengan sekolah swasta, seseorang yang punya kemampuan atau skil, dengan mudah bisa saja diangkat menjadi guru meskipun dia bukan sarjana pendidikan. bukan hanya pada ranah itu, pada ranah agama juga demikian, siapa saja bisa jadi penceramah di panggil ustaz, ustazah, padahal pengetahuan agamanya masih sangat dangkal bahkan tidak tepat sesuai dengan syariat.

Baca Juga :

Buku Panduan Kerja Kepala Sekolah
Penyebab Siswa Bandel di Sekolah 
Guru tidak berkualitas, guru terlihat ling-lung, guru malas dan lain-lain, semua ini berawal dari byground sang guru, begitu banyak kita temukan dilapangan/sekolah-sekolah guru yang bertitel non pendidikan. hanya karena alasan pintar mengajar maka dia dijadikan guru. 


3 Kebodohan yang sering dilakukan guru di sekolah

  3 Kebodohan yang sering dilakukan guru di sekolah

Ada beberapa kebodohan yang kerap dilakukan guru di ruang lingkup sekolah, suatu sikap yang memberikan kesan negatif dan tidak relevan dengan motif pendidikan.

1. Curhat dan Mengeluh
Biasanya hal ini terjadi pada wanita, ibu guru yang selalu berkeluh kesah dihadapan siswa-siswinya, dengan niat tulus menyampaikan kepada anak didiknya bahwa ia merasa lelah dan letih mengurus dan menghadapi tingkah kenakalan mereka di sekolah.

Guru seperti akan terlihat semakin bodoh didepan siswa-siswinya, akan semakin di buly habis-habisan. bak posisi presiden RI ke 6 yang selalu curhat, namun tidak mendapat pandangan yang positif dari masyarakat. guru yang suka curhat dan mengeluh di depan siswa-siswinya adalah guru yang blo'on, tidak heran jika guru seperti ini akan selalu menjadi bulan-bulanan ejekan anak didiknya.

2. Sikap Feminim
Sikap gumulai dan cara berbicara yang centil pada kaum laki-laki adalah hal yang sangat tidak layak dan tidak wajar, diamanapun akan menjadi bahan tertawaan dan ejekan, sikap feminim dari seorang bapak guru, akan memberikan kesan negatif pada diri sendiri. dalam ranah sosial saja, laki-laki yang bersikap kewanitaan (banci) selalu di deskreditkan, terlebih lagi seseorang yang brofesi sebagai guru.

Selain itu ada juga guru yang sikapnya lemah dan takut pada siswa-siswinya, tidak berani menegur atau memberi hukuman karena takut akan di buly anak didiknya. sangat jelas bahwa sikap feminim dari guru laki-laki adalah suatu kebodohan.

3. Menyindir dan Suka Membandingkan
Waah.... inilah yang paling sering dilakukan oleh guru-guru zaman sekarang, setiap memberikan nasehat pada siswa-siswa kerap menyisipkan sindiran, anak ini pintar anak ini rajin anak yang disana hebat dan seterusnya, kata-kata ini disampaikan di depan pelajar, meskipun dengan niat baik agar anak didiknya bisa berubah namun jelas, ini sangat berpotensi membunuh karakter. guru akan terlihat semakin bodoh saat bersikap seperti ini.

Selain menyindir, ada pula guru yang suka membandingkan, membandingkan antar anak atau membandingkan dirinya dengan anak didik.
Dulu waktu ibu seusia kalian, ibu tidak pernah keluar rumah dan tidak menonton tv, ibu fokus belajar sehingga ibu juara umum terus.
Inilah kebodohan yang kerap ditampilkan guru, memang pada dasarnya memberikan semangat dan motivasi kepada muridnya, namun kata-katanya tidak relevan dan tidak sesuai konteks pada masa sekarang. guru seperti ini akan terlihat bodoh didepan muridnya dan tidak heran jika guru yang bersikap menyindir dan suka membandingkan mendapat bulian dari anak didiknya.


Kesimpulan
Dalam pendidikan sekolah, jelas, tidak boleh disamakan dengan pendidikan lingkungan rumah, adakalanya guru mendidik anak di sekolah disamakan dengan mendidik anak kandung dirumahnya. ini merupakan kesalahan besar. dalam benak pelajar disekolah, guru tetaplah guru bukan sebagai orang tua mereka.

Mendidik anak dengan jumlah besar disekolah harus ada strategi dan kearifan lokal serta sesensi-esensi dalam bertindak. ada banyak hal yang harus diperhatikan, seperti menjaga keseimbangan diri, kecemburuan sosial, keadilan, konsisten dan lain-lain

Pola fikir anak zaman sekarang cepat berkembang dengan pengaruh media dan teknologi, bahkan terkadang pelajar lebih mengetahui berita terkini dibandingkan gurunya. jadi pola cengkunek-cengkunek (ceramah sindiran) sudah tidak relevan lagi dijaman sekarang dan akan berdampak buruk untuk guru itu sendiri. 

Demikianlah uraian seputar 3 Kebodohan yang sering dilakukan guru di sekolah, semoga bermanfaat .

0 Response to "3 Kebodohan yang sering dilakukan guru di sekolah"

Posting Komentar