Peran Sekolah Islam Terpadu dan Pesantren di Indonesia

zonapendidikan.com - Kerap kali menjadi perbincangan hangat dalam dialog membahas seputar sekolah-sekolah islam di indonesia, berdasarkan jumlah penduduk indonesia mendapati peringkat tertinggi dengan jumlah penduduk islam terbesar di dunia. inilah yang menjadi faktor pendukung kuat yang menjadikan sekolah islam menjadi perhatian di masyarakat.

Peran Sekolah Islam Terpadu dan Pesantren Dalam Pola Pendidikan di Indonesia 

Peran Sekolah Islam Terpadu dan Pesantren di Indonesia

Sejak dahulu, Sekolah Islam yang familiar dikalangan masyarakat adalah pesantren, pendidikan islam ini terlahir di nusantara berdasarkan pola pembelajaran yang diterapkan para ulama terdahulu di era sahabat di pelataran sudut-sudut mesjid yang disebut dengan (jawiah) pembelajaran ini semakin berkembang sejak munculnya para imam yang menghimpun kitab-kitab mazhab sehingga pembelajaran ilmu agama menyebar ke Nusantara diiringi dengan dakwah islam.

Lahirnya pesantren di indonesia jauh sebelum NKRI terbentuk, namun pada tahun 1950 untuk mengikuti perkembangan kemajuan zaman, pesantren dimodifikasi menjadi terpadu sehingga sistem pembelajaran pesantren mengalami perubahan yang signifikan, selain belajar ilmu agama dari kitab-kitab (turast), didalamnya juga terdapat pelajaran sains/ilmu umum mengikuti kurikulum yang diterapkan pemerintah, sehingga tercetsulah sebutan pesantren modern. tapi pembaharuan ini tidak terjadi pada semua pesantren di indonesia, sebagian wilayah di berbagai daerah masih mempertahankan sistem pesantren ultimatum, pesantren inilah yang disebut dengan pesantren salafiah.

Selain pesantren muncul gagasan baru dalam dunia pendidikan islam dikenal dengan Sekolah Islam Terpadu dan buming di masyarakat indonesia, sekolah ini tumbuh berkembang dengan pesat dan cepat, banyak sekolah-sekolah didirikan dengan label nama (SIT) Sekolah islam terpadu dalam naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia (JSITI), menurut pengakuan Ketua JSIT Cabang Wilayah Sumatra Uatara  Arbi Pasaribu, Sekolah yang berlabel SIT di Indonesia mencapai angka ribuan jumlahnya dari tingkat TK sampai SMA, namun semua itu tidak tergabung dengan JSITI.


Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) adalah modul sekolah yang dibangun berdasarkan unsur pembangunan dan pembaharuan dalam ruang lingkup agama islam,  JSIT sudah sudah tumbuh berkembang di indonesia sejak tahun 2005 dan di tahun 2010 masuk dalam kategori sekolah favorit di berbagai wilayah indonesia, sampai pada tahun 2015 banyak sekolah didirikan dengan asas Sekolah Islam terpadu.

Menurut data yang diperoleh JSIT Nasional, jumlah sekolah yang terdaftar di Asosiasi JSIT 400-500 sekolah dan dipastikan akan ada sekolah yang menyusul untuk bergabung selain itu ratusan sekolah yang mengatas namakan SIT belum terdaftar dan tidak terdata.


Peran Sekolah Islam Terpadu dan Pesantren Dalam Aspek Pendidikan di Indonesia


Pesantren dan Sekolah Islam terpadu keduanya memiliki visi yang sama untuk membangun pendidikan bernuansa islami di indonesia (islamisasi Ilmu), namun perbedaan yang siginifikan adalah pola pendidikan yang diterapkan.

Secara Etimologi Sekolah Islam Terpadu lebih cenderung pada penanaman ruhiyah dan ekspansi dakwah, tidak berpacu pada penguasaan edukasi, setiap pembelajaran dituntut langsung pada penerapan dan penyampaian dalam ruang lingkup dakwah mikro.

Peserta didik tidak dituntut harus mampu menguasai segala aspek ilmu-ilmu islam seperti khilafiah, penguasaan bidang bahasa dalam kajian pendapat ulama, serta lebih cenderung pada kebutuhan pengetahuan hukum-hukum modern, sesuai dengan permasalan zaman.
Sekolah Islam terpadu juga mengutamakan pendidikan karakter, tidak memaksakann hasil, lebih berfokus pada proses dan upaya dari kinerja peserta didik.
Hal ini sangat bertolak belakang dengan sistem pendidikan pesantren umumnya pesantren modern, lebih mengedepankan Esensi-esensi ilmu islam, dalam setiap hukum islam yang dipelajari peserta didik dituntut untuk menguasai asas bahasa arab dan mengkaji setiap khilafiah dari ulama serta penguasaan dalil-dalil yang rajih. Seperti yang kita ketahui dunia pesantren di indonesia memiliki pola pendidikan yang berbeda-beda namun modulnya tetap sama, selain itu sudah teruji dan terbukti, pendidikan yang mencetak para ulama dan umara'.

Problematika

Secara garis besar SIT dan Pesantren Modern memang memiliki tujuan yang sama untuk mencetak kader atau generasi yang mampu mengharumkan, mengagungkan islam dan penerapan ajaran islam menjadi kokoh diseluruh dunia

Sistem yang diterapkan SIT sangat bertentangan dengan Pesantren Modern, salah satu perbedaan yang paling jelas adalah manajement atau manhaz tarbiyah. dalam SIT siapa saja bisa menjadi pendidik asalkan mampu mengarahkan peserta didik dan menjadi contoh baik, tidak perlu harus menguasai ilmu yang mendalam. sehingga sistem yang diterapkan hanya berputar pada ranah taujihat, Irsyadat atau nasehat-nasehat.

Akibat minimnya ilmu pengetahuan maka kerap dalil-dalil yang disampaikan hanya berupa makna lughawi (terjemahan) dan penyampaian ilmu pun dari mulut ke mulut, bukan dari pengkajian individual. sering kali terjadi pemakaian dalil lemah dalam penyampaian atau bahkan cerita-cerita yang yang tidak rajih mashdarnya.
 
Pesantren Modern management pendidikannya sangat diperketat terutama dalam manhaz ta'lim. tidak sembarangan orang bisa mengajar, berceramah atau bahkan jadi imam sholat. semua harus melewati persyaratan tertentu salah satunya menguasai ilmu pengetahuan secara totalitas, tidak terlalu memperhatikan praktek. oleh kerena itu dalam pendidikan tingkat SMA (Aliyah) dibentuklah manhaz Amaliah At-Tadris (Micro Teaching) untuk menopang kemampuan pelajar dalam mengajarkan ilmu selain itu diwajibkan pengabdian dalam manhaz untuk menyokong pembiasaan praktek ilmu.

Seorang pendidik yang memiliki wawasan ilmu yang luas tentu akan memberikan kepuasan tersendiri dalam proses belajar mengajar namun kerap terjadi pula kekeliruan, memberikan kesan yang tidak baik bagi peserta didik, keberpihakan terhadap satu pendapat ilmu dan menafikan atau bahkan mencela pendapat lain.

Keterpaduan
Jika sistem pendidikan SIT disadur dengan Pola Pesantren tentu tidak akan menuai hasil yang baik. karena keduanya memiliki keunggulan dan pola tersendiri untuk mencapai Visi. namun fakta yang ditemukan banyak Graduate para alumni Pesantren Modern menjadi pendidik di SIT dan tidak pernah terjadi para alumni SIT itu menjadi pendidik di Pesantren.

Alumni Pesantren yang mengajar atau menjadi pendidik di SIT tentu akan mendapatkan problem tersendiri dalam proses mendidik. sistem pendidikan pesantren memberikan kesan kekerasan dan pemaksaan inilah yang tidak bisa diterima dalam sistem pendidikan SIT. Namun pada hakikatnya sistem yang diterapkan oleh pesantren sudah teruji dan terbukti nyata hasil yang didapatkan.

Kesimpulan:
Dalam dunia pendidikan permasalahan yang terjadi lebih dominan pada aspek proses, dalam bagian proses ini yang menjadi andil adalah metode, sistem dan eksekutor (pendidik). Pendidikan yang diterapkan SIT memiliki ruang lingkup tersendiri oleh karena itu SIT kerap dikaitkan dengan politik, namun pada hakikatnya tidak demikian SIT tidak hanya mendulang kualitas peserta didik namun untuk pendidik juga disokong kuat. seorang guru harus mampu melaksakan dari apa yang diajarkan terhada muridnya. namun sangat disayangkan masih banyak pendidik di SIT yang belum menguasai dan memahami manhaz SIT itu sendiri.

Pola Pesantren memiliki cakupan yang luas, ada banyak cabang ilmu yang perlu untuk dikaji untuk kepentingan ummat banyak. hasil pendidikan harus tercapai. sehingga banyak kita temukan pesantren yang berhasil mencetak pelajar yang mampu menguasai berbagai bidang ilmu dalam waktu singkat.

Pesantren dan SIT keduanya adalah miliki islam, keduanya berperan meningkatkan mutu pendidikan generasi islam untuk indonesia, keduanya tumbuh berkembang di indonesia. tidaklah menjadi suatu hal yang harus dipermasalahkan. karena pendidikan dan pengajaran siapapun bisa berpendapat dan beropini sesui porsi pola fikir, pengaruh sosial dan budaya. setiap daerah tentunya memiliki cara dan khas tersendiri dalam sistem pendidikan yang diterapkan. 

0 Response to "Peran Sekolah Islam Terpadu dan Pesantren di Indonesia"

Posting Komentar