5 Alasan Peminat Pesantren Berkurang

5 Alasan Peminat Pesantren Berkurang -  Pendidikan Berbasis Pesantren (PBP) sudah menjadi kebanggaan masyarakat dalam peradaban pendidikan indonesia, terlihat dari pembangunan sekolah berbasis pesantren marak dan menyebar di penjuru pelosok negri. namun seiring dengan membuldaknya populasi penduduk negeri ini, banyak pesantren yang mengalami penurunan jumlah peserta didik, apakah penyebabnya dan kenapa banyak orang tua yang tidak begitu yakin menyekolahkan anak-anak mereka ke pesantren, berikut kami sajikan rangkuman informasi untuk anda.

5 Alasan Peminat Pesantren Berkurang

5 Alasan Peminat Pesantren Berkurang

1. Serangan Fitnah 
Tidak dipungkiri lagi bahwa para alumni pesantren mendapat perhatian publik di negeri ini, melakukan berbagai pergerakan yang mengatasnamakan santri atau pesantren, sehingga terkadang pihak pemerintah kewalahan menghadapi pergerakan para santri yang bermotif agama untuk menjaga martabat negeri. jadi tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sumber fitnah berawal dari kepentingan beberapa pihak untuk menggulingkan pegerakan santri pesantren.
Baca Juga : Hukum Menolak Pinangan Pernikahan
Pendidikan Pesantren melanggar kode etik kependidikan, melanggar HAM, pendidikan pesantren bermotif kekerasan dan lain-lain, hal ini tentu membuat para orang tua berfikir sepuluh kali untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke pesantren, namun bagi orang tua yang berifikir cerdas dan teliti serta pandai dalam menganalisa tentu tidak akan timbul ke khawatiran.

2. Persaingan Global
Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya pendidikan pesantren maka muncullah beberapa instansi pendidikan yang mengatasnamakan pendidikan islam (Islam Terpadu), menyajikan pendidikan formal dan non formal yang memikat konsumen serta membuka request atau chois bagi konsumen (orang tua dan murid) perihal pola penerapan pendidikan yang diinginkan.

Sealain itu sarana dan media yang disajikan mengalahi jauh dari pesantren sehingga banyak masyarakat yang berpaling arah terlebih lagi masyarakat yang mengedepankan moderenisasi.

3. Kasus Kelam dan Kejanggalan
Kasusu penyelewangan dalam ruang lingkup pendidikan pesantren sudah snagat marak terjadi, bahkan pihak kepolisian dan masyarakat sudah kwalahan dan repot akan hal ini, ada kalanya pesantren yang menyajikan pendidikan diluar dari syariat islam atau bahkan menerapkan pendidikan yang melenceng dari ajaran agama islam. 

Ada kasus penggandaan uang berkedok pesantren, jual beli tuyul atau ritual-ritual musyrik yang berkedok ulama namun menduduki tempat mengatasnamakan pesantren, tentunya ini terjadi dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak mengerti agama, hal ini yang membuat masyarakat resah sehingga menahan diri untuk menyekolahkan anak di pesantren, sangat disayangkan, meskipun kasus semacam ini terjadi di pulau jawa namun dampak atau imbasnya sampai ke pulau sumtra dan pula-pulau lainnya di indonesia.

4. Internal To Ekstenal
Ini adalah alasan yang sangat logis, umumnya pendidikan yang terlaksana di pesantren itu bermotif ikhlas, seorang pendidik mengayomi peserta didiknya dengan tulus dan ikhlas, meskipun ada salery (gaji) namun itu bukanlah tujuan, namun seiring dengan persaingan global dan kebutuhan ekonomi banyak para pendidik memutar haluan dengan mengajar di sekolah lain yang bayarannya lebih, merasa sudah nyaman dengan posisi itu mereka menarik rekan lainnya, terlebih lagi jika ada unsur kekecewaan terhadap pesantren tersebut. maka kata memojokkan tidak dapat dihindari lagi, Nauzubillah,,,, pemerintah harus memperhatikan para pendidik pesantren.

5. Produksi
Jika anak sudah lulus dari pesantren maka mereka akan dibawa kemana.? menjadi ustaz,? kuliah di timur tengah.? menjadi Guru agama.? atau jadi teroris, inilah yang kerap terlintas dibenak fikiran orang tua zaman sekarang. jika sudah demikian maka bisa dipastikan tidak akan memilih pesantren sebagai wadah pendidikan yang positif. jikapun bersedia menyekolahkan anaknya di pesantren maka itu bukanlah niat sepenuhnya.
Baca Juga : Cara Menahan Melawan Syahwat Nafsu Terhadap Lawan Jenis
Inilah 5 Alasan Peminat Pesantren Berkurang, mungkin masih ada lagi penyebab lainnya, namun pada intinya pesantren adalah wadah pendidikan islam yang koperatif ada banyak nilai positif yang bisa diambil dari segenap penerapan atau sistem pendidikannya. 

0 Response to "5 Alasan Peminat Pesantren Berkurang"

Posting Komentar